Komisi Kitab Suci KAK Gelar Sosialisasi BKSN di Paroki Seba, Sabu
Seba, 14 Agustus 2025 – Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang melalui tiga orang Relawan Kitab Suci mengadakan kegiatan Sosialisasi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Paroki St. Paulus, Seba. Tim relawan berangkat dari Kupang sehari sebelumnya, Rabu (13/8), menempuh perjalanan laut kurang lebih 10 jam dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Namun semangat pelayanan tetap menyala, sejalan dengan semangat 100% Katolik dan 100% NKRI dalam suasana menyongsong HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Sesampainya di Seba, tim disambut hangat oleh Romo Kanis Ati, Romo Yopi, Romo Guido, dan Frater Vander yang tengah menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Sabu.

Sosialisasi dimulai pada pukul 17.30 WITA di pelataran gereja paroki. Acara dibuka dengan doa dan berkat oleh Romo Kanis Ati yang mewakili Pastor Paroki, P. Frans Lakner, disusul sambutan Ketua DPP Paroki, Herman Keraf, yang juga memandu jalannya kegiatan.
Materi utama sosialisasi disampaikan oleh Magdalena Hokor. Ia menguraikan latar belakang penyusunan bahan BKSN 2025 yang terinspirasi dari Kitab Nabi Zakaria dan Maleakhi, nabi kecil terakhir dalam Perjanjian Lama. Tema umum BKSN tahun ini adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” yang diuraikan dalam empat subtema mingguan: relasi dengan diri sendiri, dengan sesama, dalam keluarga, dan dengan Allah.

Magdalena menekankan poin-poin penting bagi para fasilitator katekese, termasuk penjelasan istilah dalam Kitab Suci agar mudah dipahami umat. Sekitar 30 peserta yang hadir, terdiri dari utusan KUB, ketua stasi, katekis, serta beberapa orang muda, mengikuti kegiatan dengan antusias.
Ucapan terima kasih disampaikan oleh Hilu Ratu, Guru Agama Katolik sekaligus Penyuluh Agama Kemenag Sabu, yang menilai materi sangat jelas dan praktis. Ia juga berharap bahan BKSN dapat segera dibagikan kepada para fasilitator.
Selain itu, Evi Lemba menyampaikan sosialisasi khusus tentang Alkitab Deuterokanonika TB2. Umat terlihat sangat antusias hingga 20 eksemplar yang dibawa tim langsung habis terjual dengan harga subsidi dari Lembaga Biblika Indonesia (LBI).

Menutup kegiatan, Magdalena memperkenalkan metode Lectio Divina serta membagikan kiat-kiat praktis bagi fasilitator dalam memandu katekese, terutama dalam mengelola sesi berbagi pengalaman.

Kegiatan berlangsung sekitar tiga jam dengan penuh semangat dan sukacita. Romo Kanis Ati dan Romo Yopi turut hadir hingga akhir acara. Umat Paroki St. Paulus Seba pun menyatakan siap menyongsong Bulan Kitab Suci Nasional pada September mendatang dengan semangat baru. (***Eta Arkian)
