Hari Kedua Sosialisasi TB2 di Paroki Battuna: Umat, OMK, dan SEKAMI Antusias Belajar Firman Tuhan
Battuna, 27 Juli 2025 – Semangat dan sukacita mewarnai hari kedua kegiatan Sosialisasi Kitab Suci Terjemahan Baru Kedua (TB2) di Paroki Sta. Maria Immaculata Battuna, Amarasi Barat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Relawan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang ini menjadi momen berharga bagi seluruh umat dari berbagai kalangan usia untuk mendalami dan mencintai Sabda Tuhan secara lebih mendalam dan kontekstual.
Hari kedua dibuka dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Pastor Paroki, RD Julius FX Bonlay (akrab disapa RD Jefry). Perayaan ini semakin semarak dengan koor dari anak-anak calon penerima Komuni Pertama. Dalam homilinya, RD Jefry mengajak umat untuk menjadikan Kitab Suci sebagai bagian penting dalam hidup sehari-hari melalui metode Lectio Divina. “Kalau Tuhan tidak menjadi hal penting lagi dalam hidup kita, berarti diri kita tidak berharga lagi. Dan kalau kita tidak tertarik lagi pada Kitab Suci, itu artinya hidup kita tidak berarti lagi di hadapan Tuhan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk merefleksikan kembali kualitas doa pribadi, dengan menggugah mereka melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif seputar relasi dengan Tuhan. Ia menutup homilinya dengan menekankan pentingnya sikap meminta, mencari, dan mengetuk, karena Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada siapa saja yang sungguh berseru kepada-Nya.
Usai misa, umat dibagi dalam tiga kelompok: anak-anak (SEKAMI), Orang Muda Katolik (OMK), dan orang dewasa. Setiap kelompok didampingi oleh dua relawan dan dipandu secara interaktif sesuai karakteristik usia peserta.

Kelompok SEKAMI menjadi yang paling riuh dan penuh semangat. Anak-anak usia 2–7 tahun didampingi oleh Juvensia Masning, diajak belajar mewarnai gambar sambil mengenal Kitab Suci melalui lagu, animasi, dan cerita sederhana. Sementara anak usia 8–15 tahun dipandu oleh Magdalena Hokor untuk belajar doa Kerahiman Ilahi dan mengenal isi Kitab Suci secara menyenangkan melalui kuis berhadiah.
OMK juga tak kalah antusias. Bersama para pendamping Itha Sengkoen dan Chia Huky, mereka berdiskusi ringan tentang isi Kitab Suci dan praktik sederhana Lectio Divina. Di akhir sesi, empat peserta membagikan kesaksian pribadi mengenai kekuatan doa dalam pengalaman hidup mereka.

Sementara itu, kelompok orang dewasa mengikuti diskusi Kitab Suci yang lebih mendalam bersama Silvester Tena dan Evi Lemba. Pertanyaan-pertanyaan kritis tentang buku-buku pendamping seperti RUAH dan pengalaman iman sehari-hari menjadi bahan diskusi yang hidup. Selain itu, Silvester juga menyampaikan sosialisasi tentang Kerahiman Ilahi dan membagikan gambar Kerahiman yang telah diberkati oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Selama lebih dari satu setengah jam, suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Umat dari segala usia menyatakan apresiasi dan harapan agar kegiatan seperti ini diadakan secara berkala. Mereka merasa kegiatan ini lebih bermakna karena menyentuh hati, membangun kebersamaan, dan memperdalam iman.
Kegiatan hari kedua ditutup dengan makan bersama di pelataran pastoran bersama Romo, para frater, relawan, dan umat. Sosialisasi TB2 ini menjadi bukti bahwa semangat mencintai Firman Tuhan terus tumbuh dan hidup dalam komunitas umat Paroki Battuna.

