Jumat, Juli 19, 2024
Berita

Katekese BKSN Minggu Keempat Wilayah Fatululi B

Kupang, 27-9-2023 — Wilayah Fatululi B, Paroki Santa Maria Assumpta Kupang, melaksanakan katekese BKSN pekan keempat bertempat di rumah Bpk Don Kumanireng (27/9). Rm. Sipri Senda, Pr, diundang sebagai fasilitator dalam kegiatan ini. Peserta yang hadir sebanyak 24 orang berasal dari tiga KUB dalam Wilayah Fatululi B.

Dalam proses katekese di bawah subtema keempat, Kasih Allah Yang Mempersatukan, para peserta diajak untuk mendalami teks Yoel 2:28-32. Teks ini berbicara tentang anugerah Roh dari Allah kepada semua orang. Tiga kategori manusia dalam teks yaitu laki-laki dan perempuan, orang tua dan teruna, hamba laki-laki dan perempuan. Ketiganya merangkum semua manusia, siapapun dia, untuk menerima Roh yang sama.

Dalam proses pendalaman teks, peserta banyak bertanya tentang isi teks dan dijelaskan semuanya oleh Rm Sipri. Dosen Kitab Suci Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira itu menjelaskan pertanyaan umat mengenai kesinambungan antara Yoel dan Yesus dalam Perjanjian Baru.

“Nubuat Yoel menubuatkan kedatangan Hari Tuhan, dan saat itu semua orang yang menyerukan nama TUHAN diselamatkan. Hari Tuhan itu adalah hari kedatangan Mesias sebagai hakim yang mengadili. Kata TUHAN dan keselamatan dalam teks menjelaskan kedatangan Mesias itu dalam diri Yesus. Nama Yesus berasal dari kata Ibrani Yehosua, artinya TUHAN menyelamatkan. Jadi teks ini jelas mengungkapkan kesinambungan nubuat Yoel dengan Yesus yang adalah Mesias atau Kristus, TUHAN yang hadir dalam rupa manusia untuk menyelamatkan manusia,” jelas Ketua Komisi Kitab Suci KAK.

Setelah mendalami bersama teks Yoel 2:28-32, para peserta membagikan pengalaman iman sekaligus mengandung pertanyaan di dalam sharing tersebut. Pengalaman iman itu berkisar pada bagaimana Tuhan dialami dalam kehidupan yang penuh tantangan. Namun Roh yang diterima sejak pembaptisan meneguhkan umat untuk tetap bertahan dalam kebaikan, kebenaran, cinta kasih, pengampunan dll. Hasilnya, komunitas beriman tetap berada dalam persatuan.

“Kami berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi di waktu mendatang, walaupun bukan BKSN. Kami masih membutuhkan penjelasan mengenai kitab suci dari Romo,” kata Bapak Don Kumanireng, di akhir katekese, yang diamini oleh seluruh peserta. (SSS)**

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *