Sabtu, Juli 20, 2024
Renungan Harian

Jumat, 29 September 2023

– Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung;
Dan.7:9-10, 13-14 atau Why.12:7-12a;
Yoh.1:47-51;

Hari ini kita merayakan Pesta tiga Malaikat Agung, Mikael, Gabriel dan Rafael. Tiga Malaikat Agung ini adalah tiga dari tujuh Malaikat Agung yang disebutkan melayani di hadapan hadirat Suci Tuhan. Dalam tradisi Gereja Katolik Timur, Malaikat Agung lainnya juga diberi nama, tetapi menurut tradisi Katolik Roma dan kanon Kitab Suci, hanya ada tiga Malaikat yang diketahui namanya, yaitu Mikael, disebutkan dalam Kitab Yosua dan juga dalam Kitab Wahyu, dan kemudian Gabriel, disebutkan dalam Injil sebagai pembawa Kabar Sukacita kepada Bunda Maria, dan terakhir Rafael, disebutkan dalam Kitab Tobit sebagai Malaikat yang datang untuk membantu Tobit dan putranya, Tobia. Oleh karena itu hari ini kita merayakan ketiga Malaikat Tuhan yang namanya kita ketahui secara definitif melalui Kitab Suci dan melalui Tradisi dan ajaran Gereja.

Menarik bahwa para Malaikat Agung ini memiliki peran khusus yang diberikan oleh Allah. Keberadaan dan karya para Malaikat Agung ini menyakinkan kita akan kepenuhan janji Allah untuk senantiasa hadir dan menyertai kita sampai akhir zaman. Malalui fungsi dan peran para malaikat dan Malaikat Agung ini, kehadiran dan penyertaan Allah bisa dialami dan dirasakan oleh umat manusia.

Maka kabar gembira disampaikan kepada kita melalui pesta para Malaikat Agung ini bahwa kita tak perlu takut dan bimbang saat berhadapan dengan berbagai permasalahan dalam hidup, karena Allah akan selalu mendampingi dan melindungi kita melalui para Malaikat-Nya.: Mikael akan membantu kita berperang melawan kuasa kegelapan. Gabriel akan menyampaikan kabar gembira Allah bagi kita, dan Rafael akan siap menyalurkan rahmat penyembuhan Allah kepada kita.

Belajar dari para malaikat agung yang kita rayakan hari ini, kita pun diajak untuk membangun hidup yang sesuai dengan kehendak Allah, dan caranya adalah dengan melakukan tugas dan tanggung jawab kita dengan cinta kasih yang besar. Kita belajar seperti Mikhael untuk melawan segala kejahatan di dunia ini bukan menyerah pada kejahatan. Kita belajar dari Gabriel untuk berbicara yang benar kepada sesama manusia. Menjauhkan diri dari berbagai gossip atau kata-kata yang menyakiti hati sesama manusia. Kita belajar dari Malaikat Rafael untuk mendampingi anak-anak, sesama ke jalan yang benar. Mendoakan mereka supaya sembuh dari sakit penyakit mereka. Dengan demikian, kehadiran kita juga menjadi tanda nyata kehadiran ramhat Allah di tengah dunia.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *