Sabtu, Juli 20, 2024
Berita

Pekan Pertama BKSN 2023, KUB Santo Mikhael Malaikat Agung Gelar Katekese Online

Kupang, 9/9/2023 – Pada Jumat, 8 September 2023, Kelompok Umat Basis (KUB) Santo Mikhael Malaikat Agung di Wilayah Oebobo B, Paroki Santa Maria Assumpta, mengadakan kegiatan katekese dan sharing Kitab Suci dalam rangka merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2023. Namun, yang membuat acara ini istimewa adalah bahwa katekese di pekan pertama BKSN 2023 ini dilakukan secara daring atau online.

Hal ini terlaksana atas inisiatif Ketua KUB, Silvester Tena, yang kebetulan sedang bertugas di Kota Yogyakarta. Beliau mengusulkan agar pertemuan pertama ini diadakan secara online sehingga dirinya dapat tetap berpartisipasi, meski sedang tidak berada di Kupang. Keputusan ini memberikan kesempatan kepada lebih dari 20 umat KUB untuk hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan melalui platform Zoom.

Fasilitator untuk katekese yang mendalamai subtema “Kasih Allah Menggerakkan Evangelisasi Diri” ini adalah Pater Kris Djawa, CMF, yang sedang bermisi di Timor Leste dan telah berpengalaman dalam memfasilitasi acara sejenis selama masa pandemi COVID-19. Pater Kris Djawa memulai acara dengan menjelaskan metode yang akan digunakan, yaitu Lectio Divina, yang membantu umat memahami dan merenungkan Kitab Suci dengan lebih mendalam.

Meski dilakukan secara virtual, hal ini tidak mengurangi antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini nampak nyata dari partisipasi dari para peserta untuk berbagi pengalaman imannya. Di antaranya, Ibu Paulina Ale yang menceritakan pengalaman komunitas doanya saat mengunjungi seorang pasien di RS Siloam. Pada saat akan berdoa semua saling melihat dan akhirnya Ibu Paulina yang memimpin doa. Akhir doa adalah nyanyian, tak seorang pun yang hendak memimpin lagu, akhirnya Ibu Paulina yang mengangkat lagi. Ketika hendak pulang, ternyata diminta lagi oleh pasien di sebelahnya yang kebetulan adalah Katolik untuk melayani dan berdoa bagi kesembuhannya. Kisah kecil evangelisasi ini menjadi dasar yang kuat dalam menumbuhkan imannya.

Bapak Petrus Leu dalam sharing imannya mengisahkan bahwa sesungguhnya inspirasi kisah Yunus dalam bacaan malam ini sangat kaya dan karenanya beliau berusaha untuk bisa mengevangelisasi diri dan sesama. “Bagaimana kalau saya tidak memperbaiki diri, lalu apakah bisa mengevangelisasi orang lain. Saya terus belajar dan berjuang dalam pertolongan Tuhan untuk evangelisasi diri dan orang lain melalui karya dan pengabdian dalam tugas”, ungkap bapak Petrus Leu.

Selanjutnya, Ibu Wati Lendes berkisah tentang bagaimana menjadi pewarta di kantornya untuk mengingatkan rekan karyawan agar membaca kitab suci setiap hari. Hal ini terkait program nasional di kantor Telkom yang dicetuskan oleh salah seorang Direksi yang beragama katolik. Pada awalnya Ibu Wati merasa berat karena sebelum mengingatkan rekannya paling tidak ia sudah harus membaca Kitab Suci. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan dilakukan dengan sukacita akhirnya sampai saat ini ia dapat menjalani tugas pewartaan tersebut dengan baik.

Dalam sesi sharing pengalaman iman ini, Bapak Yeremias Fernandes juga mengisahkan tentang panggillan hidupnya. Ia bercerita bahwa bahwa awalnya ia memiliki keinginan menjadi biarawan namun Tuhan mengutusnya menjadi seorang guru profesional yang bisa melayani anak bangsa. Kemudian mendapat tugas di masa pensiun menjadi asesor yang dapat membantu banyak sekolah di seluruh NTT.

Mengakhiri katekese ini, Pater Kris Djawa, CMF, selaku fasilitator menyimpulkan kisah inspiratif dari bacaan pada pertemuan I katekese bahwa, pertama: umat di Niniwe dan kita saat ini, semua dosa dan kejahatan yang dilakukan diketahui oleh Tuhan. Kedua Allah berinisiatif untuk membuat umat di Niniwe bertobat melalui pemberitaan Yunus yang berada dalam perut Ikan selama 3 hari. Demikianpun kita saat ini ditobatkan oleh kisah sengsara, wafat, dan bangkit Putera Allah Juru Selamat kita. Dia wafat dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati sebagaimana seperti kisah Yunus. Ketiga, Yunus adalah manusia biasa yang lemah dengan bukti ia tidur di bagian kapal paling bawah, tetapi Tuhan tetap memilihnya untuk tugas pewartaan. Kita pun sebagai manusia lemah yang banyak dosa dan kesalahan, namun Tuhan akan mengutus kita untuk evangelisasi diri kita dan sesama. Kita akan dipilih sebagai duta evangelisasi di tengah dunia saat ini. Tugas dan tanggung jawab yang diterima untuk memurnikan dunia dari kejahatan sehingga kehendak Tuhan untuk menyelamatkan semua manusia dapat tercapai.

Di akhir katekese, Ketua KUB mengajak umat terus membaca dan merenungkan kisah Nabi Yunus sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Sebagai bukti konkrit semua umat diajak untuk evangelisasi sesama agar bisa hadir dalam pertemuan-pertemuan katekese berikutnya. Sebagai tindak lanjut dari katekese ini diputuskan pula bahwa akan ada aksi sosial sebagai wujud Allah yang berbelas kasih kepada kita dan kita pun wajib berbelas kasih kepada sesama yang membutuhkan.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *