Jumat, Juli 19, 2024
Renungan Harian

Kamis, 22 Juni 2023

2Kor. 11:1-11
Matius 6:7-15

Doa bukanlah tentang banyaknya kata yang kita ucapkan di hadapan Tuhan. Doa juga bukanlah soal bagaimana kita menyusun kata demi kata agar terdengar indah dan menawan, apalagi hanya untuk menyenangkan telinga orang yang mendengarkan doa kita. Doa juga bukan soal seberapa lama kita membiarkan lutut kita mengeras karena berlutut.

Doa adalah tentang bagaimana kita mengarahkan hati kepada Tuhan, tentang bagaimana kita membangun keintiman dengan Tuhan yang kita sapa sebagai Bapa yang senantiasa mencintai dan menyapa kita dalam seluruh pengalaman hidup yang kita alami. Doa yang sejati adalah doa yang berasal dari hati yang tulus, sebab Tuhan melihat hati kita, bukan sekadar mendengar kata-kata kita.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya kita berdoa, dan bahkan Dia pun mengajarkan sebuah doa yang sangat luar biasa, Doa Bapa Kami. Melalui doa ini, Yesus mengajarkan kita untuk menghormati dan menguduskan nama Tuhan, menginginkan datangnya Kerajaan-Nya, memohon kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga, memohon pengampunan-Nya, dan melindungi kita dari godaan dan kejahatan. Doa ini mengajarkan kita untuk hidup dalam kesalehan dan kasih, menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita.

Dari doa Bapa kami diajak untuk menyadari bahwa doa bukanlah sekadar ritual kosong, tetapi harus mencerminkan kasih dan kerendahan hati kita kepada sesama. Doa yang tulus memampukan kita untuk melihat kebutuhan orang lain, memaafkan mereka yang telah melukai kita, dan melayani sesama dengan tulus.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *