Sabtu, Mei 2, 2026
Berita

Wujud Nyata Iman dalam Aksi Belas Kasih, Devosan K3I Paroki Sta. Maria Assumpta Kunjungi Panti Asuhan Alma di TDM dan Baumata

Kupang, 19 Maret 2026 – Sekitar lebih dari 40 orang devosan Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (K3I) Paroki Sta. Maria Assumpta melaksanakan kegiatan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Susteran Alma yang berlokasi di TDM dan Baumata. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan semangat pelayanan, serta didampingi langsung oleh Pastor Moderator, RD Adnan Berkanis.

Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk nyata perwujudan iman dalam tindakan, sejalan dengan semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) serta spiritualitas Kerahiman Ilahi. Para devosan tidak hanya hadir untuk berdoa (oratio), tetapi juga melakukan aksi nyata (actio) melalui karya kasih kepada sesama, khususnya anak-anak yang diasuh di kedua panti tersebut.

Dalam kegiatan ini, rombongan membawa bantuan berupa natura seperti bahan makanan dan kebutuhan harian, serta bantuan dana tunai yang diserahkan kepada pengelola kedua panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional panti serta mendukung kesejahteraan anak-anak yang tinggal di dalamnya.

Pastor Moderator dalam arahannya menegaskan pentingnya keseimbangan antara doa dan tindakan dalam kehidupan iman umat. Ia mengajak seluruh devosan untuk terus menghidupi semangat belas kasih dalam kehidupan sehari-hari. “Iman tidak cukup hanya didoakan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk konkret kasih Allah yang kita bagikan kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga terinspirasi dari ajaran Santa Faustina tentang Kerahiman Ilahi, yang menekankan pentingnya menghidupi belas kasih melalui tiga jalan utama, yakni doa (oratio), tindakan (actio), dan kesaksian hidup. Prinsip ini dikenal sebagai ABC Kerahiman, yang menjadi dasar spiritual dalam setiap kegiatan devosan.

Suasana kunjungan di Panti Asuhan Alma TDM berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para devosan berinteraksi langsung dengan anak-anak, berbagi cerita, serta memberikan dukungan moral dan spiritual. Hal serupa juga dirasakan saat kunjungan dilanjutkan ke Panti Asuhan Alma di Baumata, di mana kebersamaan dan kepedulian semakin terasa kuat. Suster menyampaikan permohonan maaf karena penerimaan yang belum disiapkan secara baik, karena memang bertepatan dengan jam makan siang. Karena anak-anak berkebutuhan khusus ketika makan perlu didampingi dan disuap, tidak seperti anak yang normal. Ketua K3I Paroki Assumpta, Ibu Helmi menyampaikan terima kasih atas penerimaan Suster beserta anak-anak, bahwa kami tidak membawa apa-apa, hanya seadanya untuk kebutuhan anak-anak. Sekaligus Ibu Helmi menyerahkan amplop uang tunai kepada Suster. Pada kesempatan itu, Romo Moderator juga menjelaskan bahwa Devosan tidak hanya berdoa tetapi juga melakukan aksi nyata. Bahwa kami datang tidak menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi di sini, tetapi paling tidak bisa sedikit menghibur Adik-adik berkebutuhan khusus, ungkapnya.

Perwakilan Suster di kedua panti asuhan menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka mengapresiasi kehadiran rombongan yang tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat kasih dan penguatan bagi anak-anak. “Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami, terlebih lagi perhatian dan kasih yang dibagikan kepada anak-anak,” ungkap salah satu suster.

Suster Rince, pemimpin Panti Asuhan Alma di Baumata menceritakan suka duka menolong anak-anak yang ditelantarkan dan juga berkebutuhan khusus. Perjuangannya bersama para Suster akhirnya dapat didirikan PAUD dan juga Sekolah Luar Biasa bagi anak disabilitas. Semua yang terjadi berkat karya Roh Kudus, kenangnya dengan mata berkaca-kaca. Suster menyampaikan bahwa berdasarkan data di Nusa Tenggara Timur terdapat lebih ari 7000 anak yang berkebutuhan khusus, namun baru sekitar 3000 lebih yang sudah terlayani dengan baik. Sedangkan yang 4000 lebih menjadi tugas kita bersama dengan pemerintah, kiranya semangat melayani dapat dilanjutkan oleh semua orang yang berkehendak baik. Suster Rince menjelaskan bahwa telah beberapa kali melakukan pelatihan untuk bagaimana menangani anak-anak berkebutuhan khusus dan mengajak para Devosan Kerahiman Ilahi bisa mengikuti pada pelatihan mendatang. Lebih lanjut Suster Rince menjelaskan bahwa semakin banyak yang mengetahui cara merawat atau menangani anak-anak ini, maka tugas pelayanan akan semakin luas. Suster melihat wajah Ibu-Ibu Devosan yang penuh senyum menandakan bahwa belas kasih akan selalu hadir di mana saja para devosan berada. Semoga nanti kalau ada lagi pelatihan, Ibu-ibu berkenan menjadi peserta dan nantinya akan menjadi pewarta kepada seluruh umat di mana saja, katanya dengan penuh semangat.

Kunjungan di Panti Asuhan Alma Baumata menjadi lebih semarak ketika Romo Moderator mengajak untuk bermain tebak-tebakan gerakan yang mencirikan hewan atau manusia. Suasana sukacita terlihat pada wajah anak-anak. Semua bergembira dan tertawa terbahak-bahak melihat Ibu-ibu dan bapak-bapak memperagakan gerakan yang lucu dan menggemaskan. Setelah permainan berakhir, dilanjutkan dengan snak sore bersama. Seorang anak dengan polosnya ingin ikut bersama Ibu-ibu, dipeluknya erat-erat dan mengatakan jangan pergi, rasa haru mendalam di wajah Ibu-ibu Devosan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali panggilan umat beriman dalam menghidupi nilai-nilai kasih dan solidaritas. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, tindakan sederhana namun penuh makna seperti ini menjadi tanda nyata kehadiran kasih Allah di tengah dunia.

Melalui kunjungan ini, para devosan diharapkan semakin terdorong untuk terus mengembangkan semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa iman yang hidup adalah iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam kata-kata atau doa semata.

Dengan semangat Kerahiman Ilahi, seluruh peserta kegiatan berkomitmen untuk terus melanjutkan aksi-aksi kasih di masa mendatang, sebagai bagian dari perutusan umat beriman untuk menjadi saksi kasih Allah di tengah kehidupan masyarakat.

Memperkuat Spiritualitas Kerahiman: Dari Doa Menuju Tindakan Nyata

Kegiatan kunjungan ke Panti Asuhan Susteran Alma di TDM dan Baumata tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga sarana pembinaan iman yang mendalam bagi para devosan. Melalui pengalaman langsung bertemu dengan anak-anak dan para suster, para peserta diajak untuk semakin memahami makna kasih yang konkret dan menyentuh kehidupan nyata.

Dalam refleksi bersama setelah kegiatan, beberapa devosan mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan pengalaman spiritual yang kuat. Mereka menyadari bahwa belas kasih tidak cukup diwujudkan dalam doa saja, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata yang membawa sukacita dan harapan bagi orang lain. Salah seorang Devosan yang namanya tidak mau disebutkan, merasa senang bisa mengikuti kegiatan sosial seperti ini, dan akan menambah semangat dalam berkehidupan sosial di masa mendatang dalam K3I Paroki Assumpta.

Semangat ini sejalan dengan pesan dalam spiritualitas Kerahiman Ilahi yang diajarkan oleh Santa Faustina, yakni bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi saluran kasih Allah melalui perbuatan baik. ABC Kerahiman—Ask for mercy, Be merciful, Completely trust in Jesus—menjadi pedoman hidup yang mendorong umat untuk terus berbuat baik tanpa pamrih.

Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar devosan. Perjalanan bersama, interaksi dengan anak-anak, serta kerja sama dalam menyiapkan dan menyalurkan bantuan menjadi pengalaman yang memperkuat persaudaraan dalam iman.

Pastor Moderator kembali menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan. Ia berharap agar semangat belas kasih tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi gaya hidup umat beriman. “Mari kita jadikan belas kasih sebagai identitas kita sebagai orang Kristiani. Apa yang kita lakukan hari ini kiranya menjadi awal dari banyak karya kasih lainnya,” pesannya.

Para suster di kedua panti juga berharap agar hubungan baik ini dapat terus terjalin di masa mendatang. Mereka membuka pintu bagi kunjungan-kunjungan selanjutnya, baik dalam bentuk kegiatan sosial maupun pembinaan iman bersama.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para devosan kembali dengan membawa pengalaman iman yang lebih mendalam dan komitmen baru untuk terus menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari. Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa ketika iman diwujudkan dalam tindakan, maka kehadiran Allah sungguh dirasakan oleh semua orang.

Akhirnya, kegiatan ini menegaskan kembali bahwa misi umat beriman adalah menjadi pelaku kasih di tengah dunia. Tidak hanya berhenti pada doa (oratio), tetapi juga diwujudkan dalam tindakan (actio) yang nyata, sehingga iman sungguh hidup dan memberi makna bagi sesama. (ST)

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *