Sabtu, April 18, 2026
Berita

KMKI KAK Gelar Pentas Seni SEKAMI: “Jejak Sang Petualang Di Bumi Flobamorata”

Kupang, 19 Maret 2026 — Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Agung Kupang menggelar Pentas Seni SEKAMI di Aula Gereja Paroki Sta. Maria Assumpta Kota Kupang, Rabu (19/3). Kegiatan yang mengangkat tema “Jejak Sang Petualang di Bumi Flobamorata” ini menampilkan beragam tarian dan drama musikal dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Pentas seni tersebut dibawakan oleh anak-anak SEKAMI dari paroki-paroki dan Kuasi Paroki di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya. Melalui penampilan yang penuh warna dan semangat, anak-anak mengekspresikan kekayaan budaya lokal sekaligus nilai-nilai iman yang hidup dalam keseharian mereka.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan ini secara resmi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembinaan iman yang selaras dengan pembangunan karakter anak. Menurutnya, di tengah derasnya arus digitalisasi, kegiatan seperti pentas seni menjadi “oase” yang menumbuhkan nilai-nilai positif.

“Di tengah gempuran arus digitalisasi yang kencang, pagelaran pentas seni seperti ini adalah seperti oase yang berperan menumbuhkan karakter baik dari setiap anak,” ungkap Melki.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembentukan mental dan karakter generasi muda. Proses di balik pentas seni, seperti latihan, disiplin, dan belajar dari kesalahan, dinilai memiliki nilai pendidikan yang mendalam.

Melki juga menyoroti bagaimana kegiatan ini mengajarkan kerja sama, tanggung jawab, serta solidaritas di antara anak-anak. “Dalam proses itu, tumbuh rasa solidaritas yang tidak bisa diajarkan hanya melalui kata-kata, tetapi harus dirasakan bersama,” jelasnya.

Selain itu, pentas seni ini menjadi sarana penting bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai budaya lokal. Mereka tidak hanya menampilkan, tetapi juga menghayati nilai-nilai budaya yang diwariskan. Di tengah dominasi teknologi digital, kegiatan ini juga memberi ruang bagi anak-anak untuk membangun interaksi langsung dan kebersamaan.

“Tak ada lagi perbedaan antara anak pejabat maupun anak petani, semua bersatu dalam pentas seni yang menghadirkan rasa kekeluargaan,” tambah Melki.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata Gereja yang hidup dan dinamis melalui ekspresi iman anak-anak.

“Inilah sebetulnya wajah Gereja yang hidup, Gereja yang dinamis, dan Gereja yang penuh semangat misioner,” kata Mgr. Hironimus.

Ia berharap nilai-nilai budaya yang ditampilkan dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi sarana pewartaan iman. “Jadilah anak-anak misioner yang berani, yang kreatif, dan setia dalam iman, yang membawa terang Kristus ke manapun kalian melangkah,” pesannya.

Direktur Diosesan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Kupang, Romo Giovani Aditya L. Arum, Pr, juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting bagi anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

“Di era gempuran teknologi yang masif, di mana anak-anak sering kehilangan ruang ekspresi dan kebersamaan, kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan dalam karya seni,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pentas seni SEKAMI ini sejalan dengan hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025, Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Kupang, serta program Pemerintah Provinsi NTT dalam penguatan perlindungan dan pemberdayaan anak dan remaja.

Melalui kegiatan ini, Gereja dan masyarakat bersama-sama menghadirkan ruang yang sehat, kreatif, dan membangun bagi generasi muda, agar mereka tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam iman, karakter, dan cinta akan budaya lokal.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *