Sabtu, Maret 14, 2026
Berita

Komisi Kitab Suci KAK Gelar Sosialisasi BKSN 2025 di Kuasi Paroki Siolais

 

Siolais, 30 Agustus 2025 – Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) menggelar Sosialisasi BKSN 2025 di Kuasi Paroki Sta. Maria Reinha Rosari Siolais pada Sabtu-Minggu, 30–31 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 peserta yang berasal dari 12 KUB, pengurus Dewan Pastoral Kuasi (DPK), pengurus KUB, serta utusan dari empat kapela di wilayah kuasi paroki Siolais.

Empat relawan Komisi Kitab Suci KAK hadir sebagai pemateri. Rangkaian kegiatan dibagi dalam dua bagian utama: sosialisasi dan pelatihan. Materi yang diberikan meliputi Sosialisasi BKSN 2025, Sosialisasi Alkitab Deuterokanonika TB2, Pelatihan Lectio Divina, serta sosialisasi lagu-lagu Gregorian.

Acara dibuka oleh Pastor Kuasi Paroki Siolais, RD. Marselus Nubatonis. Dalam sambutannya, Romo Marsel menegaskan bahwa mulai tahun ini fasilitator katekese bukan lagi romo atau frater, melainkan umat yang diutus melalui Ketua KUB, Ketua Kapela, atau awam yang ditunjuk. “Romo dan frater tidak lagi menjadi fasilitator, tetapi menjadi peserta katekese. Karena itu, para calon fasilitator harus dibekali dengan materi BKSN sebelum terjun ke lapangan,” tegasnya.

Pada sesi pertama, Evi Lemba memaparkan Sosialisasi Alkitab Deuterokanonika TB2, menjelaskan alasan revisi TB1 menjadi TB2, serta menekankan peran pengurus sebagai distributor Kitab Suci yang akan resmi digunakan Gereja Katolik Indonesia pada 2030.

Sesi kedua, Magdalena Hokor membawakan Sosialisasi BKSN 2025 dengan tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Zakaria 1:3). Ia menjelaskan makna logo, latar belakang tema yang terkait dengan Tahun Yubileum, serta empat subtema katekese sepanjang September. Peserta kemudian berdiskusi, salah satunya menyoroti tantangan membawakan tema minggu ketiga tentang relasi dalam keluarga. Magdalena memberikan tips menjadi fasilitator yang mampu mengarahkan tanpa menyinggung persoalan pribadi umat.

 

Sesi ketiga adalah pelatihan metode Lectio Divina, yang dipandu Magdalena menggunakan teks Yohanes 2:1-11. Peserta sangat antusias mempraktikkan lima tahapan Lectio Divina (Lectio, Meditatio, Oratio, Kontemplatio, dan Actio) dengan pendekatan 5W+1H.

Hari pertama ditutup dengan sosialisasi lagu-lagu Gregorian oleh Henny Fon, salah satu peserta pelatihan Gregorian yang digelar Komisi Liturgi KAK di Soe, 22–24 Agustus 2025. Umat diajak untuk menghidupkan kembali tradisi liturgi Gereja melalui nyanyian Gregorian dalam perayaan Ekaristi.

Kegiatan dua hari ini menjadi bagian dari rencana pastoral Kuasi Paroki Siolais untuk memaksimalkan peran awam, khususnya dalam bidang liturgi dan pewartaan. RD. Melkiades Deza selaku pastor rekan, serta Fr. Fridus Sesfao yang tengah menjalani TOP tahun kedua di Siolais, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan.

Dengan semangat kebersamaan, para peserta menyambut baik kegiatan ini. Harapannya, sosialisasi ini mampu meneguhkan iman umat dan mendorong keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja di Kuasi Paroki Siolais. (***Vensi Masning)

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *