Kamis, April 16, 2026
Berita

Sabda Allah Sungguh bergema di Stasi Batakte, Paroki Oeleta

Batakte, 03 Agustus 2025 – Rangkaian kegiatan Sosialisasi Alkitab Deuterokanonika dan Pelatihan Lectio Divina dilanjutkan. Hari itu lebih banyak partisipasi umat dalam kegiatan ini. Seperti biasa, diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama umat, dipimpin oleh RD. Ardi Dimu, pastor rekan di paroki Gregorius Agung, Oeleta. Dalam homilinya, Romo Ardi menekankan poin penting perihal kemelekatan diri kepada harta. Bagaimana seorang yang beriman tidak boleh terlalu melekat pada harta duniawi, tetapi harus bisa menjadikan harta duniawi itu sebagai sarana penyalur kasih dan kebaikan.

Beliau menggunakan teori selang, bagaimana air yang di dalam selang harus bisa menyalurkan ke seluruh tempat. Jika di tutup atau disumbat, maka air tersebut akan meluap dan bahkan akan menimbulkan bencana. Demikian juga seorang Katolik, harus bisa menjadi selang yang membiarkan air mengalir bukan menghambat aliran air.
Setelah perayaan ekaristi, umat yang hadir dibagi dalam tiga kelompok besar, yakni kelompok orang tua, orang muda dan anak-anak sekami.

Kelompok orangtua bersama Evi Lemba, melakukan Sosialisasi singkat Alkitab Deuterokanonika TB2 dan Diskusi Kitab Suci dengan tema bebas. Peserta yang hadir sekitar 30 orang, pria dan wanita. Diskusi kurang lebih 1 setengah jam itu tidak terasa karena banyak pertanyan dan sharing dari umat terkait kitab suci. Bapak Wilhelmus, mewakili peserta yang hadir megungkapkan kegembiraannya. “Saya gembira karena kegiatan ini jarang ada. Saya jadi paham akan kitab suci terlebih tentang apa itu Deuterokanonika yang sebelum ini saya tidak pernah dengar”. akui pria separuh baya ini dengan senang.

Kelompok Orang Muda Katolik dipandu oleh Magdalena Hokor dengan diawali sosialisasi singkat Alkitab Deuterokanonika TB2 karena pada hari sebelumnya banyak yang tidak ikut. Setelah sosialisa, langsung peserta diajak untuk praktek Lectio Divina. Dalam praktek ini, semua antusias mengikuti. Empat orang peserta mewakili yang lain untuk memberikan pesan dan kesan dari teks yang direnungkan. Satu yang menarik adalah bagaimana orang muda digugah dan tergugat untuk mampu berbuah dalam berbuatan. “Intinya orang muda pung hidup harus berguna”, tegas Ita, seorang pemudi yang berprofesi sebagai bidan di salah satu Rumah Sakit di kota Kupang.

Dalam sesi sharing, seorang anggota relawan pun tidak ketinggalan untuk berbagi pengalaman terkait kisah injil dalam Ekaristi tadi. Bagaimana hidupnya kini diubah untuk lebih pekah terhadap kebutuhan sesama di sekitarnya. “kalau dulu saya tidak peduli kepada kebutuhan sesama di sekitar saya, sekarang setelah mengenal kitab suci, belajar dalam tim relawan kitab suci, berkunjung ke stasi-stasi, saya menemukan apa itu kebahagiaan yang sejati. Bukan soal kaya harta tapi kaya hati”, ungkapnya dengan lembut.

Keseruan lebih terlihat pada kelompok anak-anak Sekami. Permainan, yel-yel, nyayian juga latihan doa yang dikemas oleh Marlin Gani membuat mereka bersemangat. Sekami yang hadir juga cukup banyak, sekitar 30 orang.

Kegiatan di setiap kelompok ditutup dengan kuis berhadia berupa alkitab, buku doa, rosario dan buku bacaan rohani lainnya. Semua bersukacita. Kebersamaan selama 2 hari di Stasi Sta. Maria Fatima Batakte kemudian ditutup dengan sukacita makan bersama umat. Semoga kegiatan ini membawa dampak dalam kehidupan dan pertumbuhan iman umat di Batakte. (***MagdalenaHokor)

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *