Minggu, Juni 16, 2024
Berita

Ayodhia Kalake Harapkan Kerja Sama Antara Keuskupan Agung Kupang dan Pemerintah NTT

Kupang, 9/5/2024 — Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ayodhia Kalake, menyatakan harapannya agar kerja sama antara Keuskupan Agung Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT semakin solid. Pernyataan ini disampaikan pada acara pentahbisan Mgr Hironimus Pakaenoni sebagai Uskup Agung Kupang di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Kamis (9/5/2024).

Ayodhia memuji kerukunan masyarakat NTT yang dikenal dengan julukan “Nusa Terindah Toleransi” dan berharap kerja sama ini dapat menciptakan kesejahteraan rohani dan ekonomi bagi umat. “Kerja sama antara umat beragama di berbagai bidang telah berjalan lancar. Kami berharap Uskup Pakaenoni dapat melanjutkan hubungan baik yang telah dibangun oleh Uskup Emeritus Petrus Turang,” ujarnya.

Keuskupan Agung Kupang melayani umat Katolik yang tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Rote, dan Sabu Raijua. Ayodhia juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup Emeritus Petrus Turang yang telah membangun kerja sama dengan pemerintah daerah selama hampir tiga dekade. “Terima kasih kepada Uskup Emeritus Petrus Turang yang telah membangun kerja sama dengan pemda selama hampir 27 tahun di NTT. Selamat datang Bapak Uskup baru, Mgr Hironimus Pakaenoni, selamat mengabdi untuk NTT tercinta,” tuturnya.

Senada dengan Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Uskup Emeritus Petrus juga dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat di tengah kemajuan zaman. “Paling utama, menjaga persatuan dan kesatuan umat di tengah zaman yang terus mengalami kemajuan di berbagai bidang. Kemajuan teknologi dan informasi saat ini mendorong pemimpin itu terus berkarya dalam roh dan kebenaran bersama Tuhan,” katanya.

Uskup baru, Mgr Hironimus Pakaenoni, menyatakan bahwa jabatan uskup adalah sebuah anugerah Tuhan dan berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan setia dan sepenuh hati. “Dengan pertolongan Tuhan, saya siap menjalankan tugas sebagai uskup,” ujarnya. Mgr. Pakaenoni juga menyampaikan moto tahbisannya “Pasce Oves Meas” yang berarti gembakanlah domba-dombaku, menegaskan peran uskup sebagai pemimpin rohani yang penuh dedikasi.

Tak lupa, Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Antonius Subianto Bunyamin, dalam sambutannya mengingatkan bahwa tugas uskup adalah menggembalakan umat beriman dan tidak boleh bersikap otoriter. “Maka harus hati-hati. Jangan semaunya. Jangan otoriter dalam memimpin. Nanti dijewer Tuhan,” kata Bunyamin disambut gelak tawa umat.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *