Sabtu, Juli 20, 2024
Renungan Harian

Jumat, 6 Oktober 2023

Bar. 1:15-22;
Luk. 10:13-16.

Menyaksikan dan bahkan mengalami suatu mujizat dalam kehidupan, tidak secara otomatis menjadikan kita orang-orang yang memperoleh rahmat keselamatan dari Tuhan. Sebab keselamatan itu baru bisa diperoleh saat kita sanggup menangkap makna di balik tiap mujizat yang dialami ataupun disaksikan.

Pesan inilah yang bisa kita temukan dalam bacaan injil hari ini, di mana penginjil Lukas menampilkan kecaman Yesus kepada tiga kota, Khorazim – Betsaida – Kapernaum. Ketiganya dikecam oleh Yesus karena orang-orang kota-kota itu tidak dapat melihat kehadiran Yesus sebagai utusan Allah yang mewartakan keselamatan, mewartakan datangnya Kerajaan Allah. Mereka memang melihat mukjizat-mukjizat yang dibuat Yesus, tapi tidak bisa menangkap makna di balik mukjizat-mujizat itu. Singkat kata, mereka tidak mau mendengarkan undangan Yesus untuk bertobat.

Dari kecaman Yesus atas tiga kota ini, kita dapat menemukan sebuah pembelajaran bahwa keselamatan senantiasa menuntut keterbukaan hati untuk menyadari bahwa Allah menyelenggarakan kehidupan kita dengan segala rahmat dan kasih-Nya. Dan segala pengalaman luar biasa yang dialami dalam hidup adalah bukti dari penyelenggaraan Tuhan atas hidup kita. Dan karenanya kita diajak untuk selalu mengarahkan diri kita kepada Dia, percaya kepada-Nya dan menyatakan iman kepercayaan itu dalam tiap tindakan nyata hidup kita. Sehingga kehadiran kita pun menjadi sebuah warta tentang kasih Tuhan dan kehadiran rahmat keselamatan Tuhan di tengah dunia.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *