Pelatihan Lectio Divina di Paroki Kapan, Membangkitkan Semangat Literasi Kitab Suci pada Orang Muda, Remaja dan Anak-anak
Kapan, 26 Juli 2026 – Pelatihan Lectio Divina (LD) dan Fasilitator Kitab Suci di Paroki Sta. Maria Immaculata Kapan tidak selesai di hari Sabtu (25/7). Minggu, 26 Juli 2026, tim Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) masih tetap berada bersama umat paroki Kapan. Beberapa kegiatan lainnya seperti diskusi iman seputar Kitab Suci dan liturgi, juga kegiatan literasi kitab suci bagi orang muda, remaja dan anak-anak, masih dilaksanakan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama umat, merayakan Hari Minggu Biasa XVII, Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Sipri Senda dan didampingi oleh Diakon Antonius.

Dalam homilinya, Romo Sipri, menerangkan pesan dari bacaan-bacaan suci yang diperdengarkan hari itu. Mulai dari bacaan pertama (1Raj.3:5,7-12), yang mengajak umat untuk menentukan pilihan yang bijak ketika memohon kepada Tuhan dan juga pada bacaan injil (Mat.13:44-52), yang mengajak umat untuk terus menerus mencari dan menemukan mutiara atau harta yang berharga. Bacaan kedua (Roma 8:28-30) menyadari umat akan kasih karunia Allah pada umatNya, bahwa Allah turut bekerja di dalam semua orang yang telah dipanggil dan dipilih oleh-Nya.
“Kita semua, dalam hidup ini harus terus berusaha untuk mencari mutiara yang berharga. Salah satunya adalah Sabda Tuhan. Para peserta pelatihan telah berusaha untuk mencari, menemukan dan mengalami Tuhan melalui Kitab Suci. Dan setelah menemukannya, tugas selanjutnya adalah memberitahukan kepada orang lain dan mengajak mereka untuk mencari , menemukan dan mengalami Tuhan pula. Carilah mutiara, carilah harta yang berharga, bukan cari hal”, tegas Romo Sipri mengakhiri homilinya.
Sesudah perayaan ekaristi, umat yang hadir dibagikan dalam kelompok-kelompok, orang dewasa dan orang muda, anak-anak sekami dan remaja.

Diskusi seputar kitab suci dan liturgi menjadi hangat di tengah-tengah kelompok orang dewasa dan orang muda. Banyak pertanyaan dari umat yang ajukan untuk menemukan jawaban pasti. Orang-orang muda pun tidak kalah bersemangat. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan dan dijawab Romo Sipri dengan baik. Ada juga pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan pastoral di KUB, Stasi dan kapela, dijawab Romo Sipri dengan tetap mengarahkan umat untuk terbuka kepada Pastor Paroki Kapan, gembala yang memiliki otoritas penuh di wilayah Paroki Kapan.
Suasana seru terlihat di kelompok Sekami. Anak-anak bernyanyi dan menari, melantunkan lagu-lagu khas sekami. Mereka juga diajak oleh para pendamping untuk melakukan literasi dasar kitab suci, membaca teks KS dan menemukan pesan dari teks. Semua anak yang hadir terlihat sangat antusias dan bersemangat. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pendamping, dijawab dengan tidak ragu oleh mereka.

Berbeda dengan sekami, kelompok remaja diajak untuk membaca teks kemudian menceritakan kembali teks yang dibacakan. Anak-anak diajak untuk menuturkan kembali isi teks kepada teman-temannya yang lain. Kegiatan ini penting untuk melatih anak membaca atau mendengarkan Sabda Tuhan dengan lebih saksama, lebih teliti dan kemudian membagikan sabda itu kepada yang lain.
Kegiatan yang berlangsung kurang lebih tiga jam di tengah dinginnya udara di Kapan, sangat menggembirakan hati. Tidak sedikit dari peserta kegiatan mengapresiasi proses dan materi yang dibawakan dalam kegiatan pelatihan, sejak hari Sabtu dan Minggu. Seorang umat dengan penuh antusias berkomentar, “semoga kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di sini saja. Kami sangat berharap, kegiatan serupa bisa dibuatkan rutin, sekali dalam setahun, bagi kami dan juga bagi orang muda dan anak-anak kami”, ungkapnya disambut dengan tepuk tangan semua yang hadir.

Sungguh, Sabda Tuhan menyapa banyak hati umat di paroki Kapan. Mereka yang datang, mencari, menemukan dan mengalami sabdaNya, kemudian berharap untuk terus menerus menemukan dan mengalaminya itu di dalam hidup mereka. Sabda Tuhan sungguh menghangatkan para peserta yang hadir, menyukakan hati setiap mereka yang telah menemukan dan mengalami sabda. (**MagdalenaHokor)
