Selasa, September 1, 2026
Berita

Verbum Domini Urget Nos : Bible Camp OMK se-Kevikepan Kupang

Muda, Berani Bersaksi dan Berkarya. Suara Teriakan jargon OMK Peserta Bible Camp bergema dalam Aula Taman Doa Yesus-Maria Oebelo . Semangat yang berapi-api dari orang-orang muda katolik yang menjadi peserta Bible Camp OMK Se-Kevikepan Kupang KAK 2026 memenuhi ruangan aula. Mereka adalah para orang muda utusan dari setiap Paroki, Kuasi, Stasi dan Kapela dalam lingkup Kevikepan Kupang KAK untuk kegiatan BIBLE CAMP yang diselenggarakan oleh Relawan Komisi Kitab Suci KAK.

Kegiatan Bible Camp OMK ini berlangsung dari tanggal 28 Agustus- 30 Agustus 2026. Diikuti oleh 47 Peserta kegiatan utusan dari 15 Paroki, 5 Kuasi Paroki, dan 4 Stasi dalam lingkup Kevikepan Kupang KAK. Dengan tema kegiatan VERBUM DOMINI URGET NOS, kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan orang-orang muda Katolik dengan kitab suci,mencintai kitab suci, dan berani menjadi pewarta Sabda Allah dalam perutusan mereka disetiap Paroki, KUB, stasi, maupun Kuasi Paroki, dalam komunitas OMK maupun SEKAMI dimanapun mereka berkarya, terutama dalam tugas mereka menjadi fasilitator Kitab Suci. Untuk itu serangkaian kegiatan telah dipersiapkan oleh panitia penyelenggara untuk membekali dan memperkaya pengetahuan dan pemahaman semua peserta selama dalam kegiatan3 hari Bible Camp tersebut.

Kegiatan dimulai dari hari Jumad, 28 Agustus 2026, pukul 14.00 WITA, peserta yang datang melakukan registrasi ulang dan menempati tenda-tenda camp yang sudah disediakan diseputaran taman doa. Tepat pukul 15.00 WITA semua peserta diarahkan berkumpul di aula untuk doa Kerahiman Ilahi dan Koronka bersama. Selepas doa bersama, peserta yang telah dibagi-bagi dalam kelompok-kelompok kecil diarahkan untuk melakukan perkenalan, saling menyapa satu sama lain yang berasal dari paroki,kuasi, stasi dan Kapela yang berbeda-beda. Setiap kelompok kemudian penampilan yel-yel dengan penuh kehebohan. Moment penuh keakraban ini ditutup dengan animasi bersama yang dipandu oleh orang muda Claretway Kupang.

RD. Siprianus S. Senda, Ketua Komisi Kitab Suci KAK membuka kegiatan Bible Camp, mengucapkan selamat datang kepada para peserta, dan mengajak peserta berpartisipasi aktif dalam proses belajar dan pelatihan selama kegiatan bible camp. Romo Sipri Kemudian memberikan materi Mengenal Kitab Suci katolik kepada peserta sebagai materi pembuka kegiatan Bible Camp. Dalam penjelasannya Romo Sipri memberikan pengenalan singkat Kitab Suci Katolik dari Kitab-Kitab Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru berserta penjelasan singkat dari setiap kitab tersebut. Peserta diajak membuka Kitab Suci untuk melihat semua Kitab yang dijelaskan.

Antusiasme dan semangat peserta mengikuti penjelasan materi terlihat dalam sesi diskusi, dimana hampir puluhan peserta mengajukan rupa-rupa pertanyaan terkait dengan materi pengenalan Kitab suci yang dipaparkan. Sesi diskusi ini berlangsung hampir 2 jam kegiatan. Dari pertanyaan-pertanyaa tersebut peserta semakin medapatkan banyak pengetahuan tentang Sejarah setiap kitab dan proses terbentuknya kitab suci hingga yang sekarang digunakan oleh semua umat katolik diseluruh dunia. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa rosario bersama.

29 Agustus 2026, kegiatan hari ke-2. Di mulai tepat pukul 5.30 Pagi. Dalam keheningan taman doa yang damai, Peserta diarahkan untuk berjalan berdua-dua menuju Kapela Puncak Taman Doa. Peserta mendaki puncak Taman doa sambil melakukan sharing iman berdua-dua. Puncak taman doa menyambut Peserta dengan kesegaran hari baru, Ucapan syukur dan pujian bagi Tuhan pun membumbung dalam Ekaristi Pagi bersama. Memberi sukacita dan kekuatan baru bagi semua peserta dan panitia.

Materi hari ke-2, peserta diajak mengenal lebih jauh tentang Lectio Divina. Romo Sipri membawa peserta dalam pemahaman yang benar tentang Lectio Divina melalui 5 tahapannya. Yaitu Lectio, Meditactio, contenplatio, Oratio, dan Actio. Dalam tahapan Lectio (membaca), beliau memperkenalkan metode 5W +1H sebagai panduan peserta untuk masuk lebih jauh dan mendalami teks bacaan kitab suci. Selanjutnya peserta diarahkan untuk berlatih menggunakan metode tersebut dalam kelompok-kelompok kecil. Peserta didampingi panitia berlatih mendalami teks kitab suci dengan metode tersebut. Peserta berlatih sampai bisa memahami penggunaan metode tersebut dengan baik.

Setelah peserta mampu mendalami teks dengan metode 5W1H, materi selanjutnya adalah bagaimana menjadi Fasilitator yang baik dalam katekese. Berangkat dari realita katekese yang terkesan membosankan, kaku, dan tidak menarik, Romo sipri secara detail menjelaskan rambu-rambu menjadi Fasilitator Katekese. Keberhasilan jalannya suatu ketekese bergantung pada peran Fasilitator, Fasilitator menjadi kunci penting. Sehingga sangat perlu persiapan diri yang baik sebelum menjalankan ketekese, dan memperhatikan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang fasilitator selama berlangsungnya katekese, tegas Romo Sipri dalam penjelasannya. Peserta kemudian dibagikan buku Panduan Katekese BKSN 2026 untuk melihat dan memahami tema-tema 4 minggu pertemuan Ketekese.

Menjelang malam hari, menutup Kegiatan hari ke-2, peserta diajak kembali dalam keheningan doa dalam ibadat Gratitudeway dan Taize yang berlangsung hikmat dan tenang. Peserta dibawa untuk merenung, berefleksi, dalam meditasi dan doa. Doa-doa dan pujian berkumandang memenuhi taman doa, Roh Kudus memenuhi hati para orang muda katolik yang memberi diri dalam setiap proses mendalami iman kristiani.

Minggu, 30 Agustus 2026, hari terakhir kegiatan bible camp sekaligus hari Puncak kegiatan. Pukul 07.00 pagi peserta dengan wajah berseri-seri dan semangat baru berkumpul di aula. Setelah sarapan pagi bersama, tim animasi orang muda Claretway membawa peserta dalam semangat pagi yang meriah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Latihan menjadi fasilitator katekese. Romo Sipri kembali mempertegas hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang fasilitator dalam menjalankan ketekese. Persiapan yang baik wajib dilakukan seorang fasilitator agar kegiatan katekese bisa berlangsung dengan baik.

Peserta kembali dibagi dalam kelompok-kelompok kecil bersama pandamping dari panitia kegiatan, peserta berlatih menjadi fasilitator. Dengan menggunakan buku panduan ketekese BKSN 2026, peserta berlatih untuk menjalankan ketekese pertemuan pertama dan kedua. Peserta berlatih memimpin katekese dalam kelompok-kelompok kecil dan mengevaluasi hasil Latihan. Lalu kembali berlatih dengan memperhatikan catatan-catatan dalam evaluasi. Romo Sipri dan Romo Andre Alo’o, mendampingi jalannya pelatihan untuk setiap kelompok-kelompok.

Selesai berlatih, peserta kembali berkumpul dalam aula dan mendapatkan peneguhan dari Romo Sipri dan Romo Andre. Kedua Pastor kembali menegaskan kepada para peserta hal-hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh setiap fasilitator katekese. Romo Andre mengarisbawahi pentingnya kegiatan katekese bagi perkembangan iman katolik, sehingga mengabaikan katekese dapat menjadi salah satu pintu kemerosotan iman kritiani. Umat katolik perlu menjaga tradisi iman dari umat gereja perdana,salah satunya adalah berkatekese. Fasilitator memegang peran penting dalam menciptakan suasana katekese yang membangun iman umat. Sehingga kegiatan bible camp bagi OMK ini adalah suatu kegiatan bermanfaat untuk orang-orang muda belajar menjadi pewarta sabda Allah yang baik, tegas Romo Andrew bagi semua OMK peserta kegiatan.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan misa perutusan bagi semua peserta. Misa dihadiri juga oleh Pater Sil, CMF selaku pengelola Taman Doa Yesus Maria Oebelo, Suster Vita, MC pimpinan biara MC di taman Doa Yesus Maria Oebelo yang dengan caranya masing-masing telah ikut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan Bible Camp OMK se-Kevikepan Kupang KAK.

Rangkaian acara masih berlanjut setelah misa hingga pukul 17.00 WITA dengan berbagai kuis berhadiah, pemaparan rencana tindak lanjut dari setiap peserta, penerimaan sertifikat kegiatan Doa Kerahiman dan Koronka bersama, pembersihan aula dan lingkungan taman doa, dan acara rekreasi bersama. Suatu kebersamaan yang penuh sukacita dan keakraban orang-orang muda. Semoga kegiatan ini menjadi salah satu momentum perubabahan dalam diri setiap peserta OMK yang hadir, untuk semakin mencintai iman Katolik, berani bersaksi dan berkarya untuk membangun gereja, demi Kerajaan Allah di bumi. (*Marlin Gani)

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *