Jumat, April 17, 2026
Berita

Sosialisasi Bahan BKSN 2025 dan Pelatihan Lactio Divina Relawan Komisi Kitab Suci KAK bersama Komunitas Kerahiman Ilahi Belo

Jumad 29 Agustus 2025, bertempat di Kapela St. Agustinus Belo, Relawan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang hadir bersama dengan umat Komunitas Kerahiman Ilahi Belo dalam rangka sosialisasi Bahan BKSN 2025 sekaligus pelatihan Lactio Divina Bersama umat yang hadir pada kesempatan tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Romo Johakim selaku Pastor yang bertugas di wilayah pelayanan Paroki St. Fransiskus Asisi, BTN Koelhua, Kupang. Beliau dengan sukacita menyambut kehadiran para relawan  dalam rangka kegiatan yang dimaksud. Dalam sambutannya beliau berharap kegiatan ini semakin membangun iman umat komunitas Kerahiman Ilahi Belo dengan cara semakin dekat pada Sabda Allah. Kegiatan Lactio Divina adalah salah satu kegiatan wajib Kelompok tersebut pada setiap akhir bulan. Teristimewa juga untuk menyambut BKSN pada September nanti, tentunya kehadiran Tim Relawan Komisi Kitab Suci KAK menjadi jawaban yang mereka butuhkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Bahan BKSN 2025 yang dibawakan oleh Saudari Magdalena Hokor dengan Tema umum “Allah sumber Pembaharuan Relasi”. Tema ini  didasarkan pada inspirasi sabda Allah yang diambil dari Kitab Zakharia dan Maleakhi, dua orang nabi kecil dalam kisah perjanjian lama. Kedua nabi ini hadir dalam situasi umat Israel yang sedang dalam proses kembali membangun Bait Allah di Yerusalem, namun sikap hati bangsa tersebut yang terus bersungut-sungut, diliputi berbagai kepincangan moral dan sosial berupa penindasan kaum lemah, janda-janda dan yatim piatu, pemerasan, perceraian, berhala dan lain sebagainya yang merusak relasi baik antar sesama manusia maupun dengan Allah sendiri. Hal-hal tersebut membuat nabi Zakharia dan Maleakhi tampil menyuarakan suara kebenaran untuk pembaharuan dalam diri bangsa tersebut.

Tema umum tersebut kemudian dijabarkan kedalam empat subtema untuk empat minggu pertemuan Katekese, yaitu:  Pertemuan minggu Pertama :Allah sumber Pembaharuan Relasi dengan diri sendiri ( Zak 1: 1-6), Pertemuan Minggu Ke-2 “ Allah Sumber Pembaharuan Relasi dengan sesama( Zak 7: 1-14), Pertemuan Minggu ke -3 “ “ Allah Sumber Pembaharuan Relasi dengan Keluarga” (Mal 2: 10-16) dan Pertemuan minggu ke-4 “Pembaharuan Relasi dengan Allah Sendiri” ( Mal 3: 13-18). Menurut Magdalena Hokor, tema-tema di atas juga menggambarkan keadaan situasi umat kita saat ini yang juga mengalami krisis karakter karena berbagai kerusakan relasi yang terjadi.

Setelah penjelasan materi BKSN dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh semua umat yang hadir. Pada sesi ini umat diberikan kesempatan untuk menanggapi penjelasan tersebut dengan berbagai pertanyaan maupun tanggapan seputar tema umum dan sub tema BKSN 2025. Setiap pertanyaan maupun tanggapan umat dijelaskan dengan sangat baik oleh Saudari Magdalena Hokor diperteguh lagi dengan jawaban dari Romo Johakim yang juga dengan setia mengikuti jalannya kegiatan sosialisasi tersebut.

Setelah sesi tanya jawab materi BKSN 2025, dilanjutkan dengan materi pelatihan Lactio Divina, yang meliputi tahapan: Lactio, Meditactio, Oractio, Contenplatio, dan Actio. Ke-5 tahapan ini secara jelas diterangkan kepada umat yang hadir sehingga dapat digunakan dengan baik saat berkatekese di rumah, maupun dalam kelompok-kelompok doa. Khusus pada tahapan Lactio (membaca Sabda Allah), umat diperkenalkan dengan rumus 5W1H yaitu menggunakan 6 kata tanya : siapa (who), Kapan (when), dimana ( where), apa ( what),dan bagaimana (how). Ke-6 kata tanya ini bisa dijadikan panduan saat menggali dan merenungkan teks kitab suci dan menemukan intisari atau pesan-pesan Sabda yang dibacakan.

Setelah penjelasan tersebut Saudarai Magdalenapun langsung mengajak umat yang hadir untuk langsung mempraktekkan rumus 5W1H untuk mendalami teks kitab suci yang diambil dari bacaan injil hari Jumad 29 Agustus, Markus 6: 17-29 dengan tema bacaan injil  “ Yohanes Pembatis dibunuh”.

Proses pembacaan dan penggalian teks kitab suci berjalan dengan sangat aktif dan antusias. Umat yang hadir secara akif menampilkan pertanyaan-pertanyaan seputar teks injil yang dibaca dan kemudian dijawab Kembali oleh umat lainnya dengan berbagai sudut pandang jawaban yang memperkaya pesan-pesan Sabda Allah dari kisah injil tersebut. Metode ini sangat berguna dan efektif untuk digunakan saat kegiatan katekese Ketika menjadi fasilitator, sehingga proses katekese tidak membosankan jika hanya sekedar mendengar penjelasan secara satu arah saja. Tapi dengan cara ini semua orang bisa terlibat secara aktif menggali teks kitab suci dan menarik inspirasinya, tambah Saudari Magdalena menutup penjelasannya.

Senada dengan itu, Romo Johakim pun menyampaikan kesan beliau terkait penjelasan bahan BKSN dan pelatihan Lactio Divina, yang mana beliau merasa antusias dan berterimakasih untuk kehadiran tim relawan dalam membawakan materi-materi yang berguna dan praktis yang dapat dipraktekkan langsung oleh umat dalam merenungkan Sabda Allah baik secara pribadi maupun kelompok. Melihat umat puas dalam proses pelatihan tersebut, Beliaupun Kembali mengundang tim relawan Komisi Kitab Suci KAK untuk hadir Bersama komunitas Kerahiman Ilahi Belo dalam kegiatan Lactio Divina mereka pada pertemuan ke-4 BKSN nanti.

 

Dipenghujung kegiatan sebagai bentuk ucapan syukur dan ekspresi Sukacita Sabda Allah yang memenuhi hati semua orang yang hadir, kegiatanpun ditutup dengan  ramah-tamah menikmati hidangan pangan lokal olahan umat Kapela Stasi St. Agustinus Belo. (***Relawan Komisi Kitab Suci KAK)

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *