Komisi Kitab Suci KAK Gelar Sosialisasi BKSN di Kalabahi untuk Paroki-Paroki se-Kevikepan Alor
Kalabahi, 29 Agustus 2025 – Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) melaksanakan kegiatan sosialisasi bahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 di Aula Paroki Yesus Gembala yang Baik Kalabahi. Kegiatan ini melibatkan 64 peserta utusan dari Paroki Yesus Gembala yang Baik Kalabahi, Paroki Moru, Paroki Bukapiting, Kuasi Paroki Mainang, Stasi Takalelang, dan Paroki Pantar, serta didampingi para pastor se-Kevikepan Alor.
Ketua Komisi Kitab Suci KAK, RD Sipri Senda, dalam pemaparan materinya menjelaskan secara rinci tema umum, subtema, serta teks rujukan BKSN 2025. “Tema BKSN 2025 adalah Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup. Tema ini dijabarkan dalam empat subtema, yakni: Allah Sumber Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri, Allah Sumber Pembaruan Relasi dengan Sesama, Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Keluarga, dan Pembaruan Relasi dengan Allah Sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, keempat subtema tersebut akan direnungkan dalam pertemuan katekese mingguan dengan sumber bacaan dari Kitab Nabi Zakaria dan Maleakhi. Minggu pertama dari Zakaria 1:1-6, minggu kedua dari Zakaria 7:1-14, minggu ketiga dari Maleakhi 2:10-16, dan minggu keempat dari Maleakhi 3:13-18.

Dalam kesempatan yang sama, Vikaris Episkopal Alor, RD Simon Tamelab, yang juga Pastor Paroki Yesus Gembala yang Baik Kalabahi, menegaskan pentingnya kesetiaan pada bahan katekese. “Fasilitator hendaknya fokus pada proses katekese dan pada bahan Kitab Suci yang sudah disiapkan. Untuk pertemuan ketiga yang berbicara tentang keluarga, tentu akan ada banyak pertanyaan. Jika menyangkut kebijakan pastoral tentang keluarga atau perkawinan, silakan arahkan umat untuk bertanya langsung kepada pastor paroki,” tegas imam asal Oepoli itu.
Para pastor yang hadir mendampingi antara lain RD Dedy Ladjar, RD Alfons Hokon, RD Vence Oki, RD Rio Kosat, dan RD Frengky Hurint. Selain itu, hadir pula Kepala SMP Jibrail, RD Remy Leuobi, serta Kepala SMA, RD Andi Luan.

Dalam sesi tanya jawab, peserta menanyakan metode pendalaman Kitab Suci yang lebih menggugah partisipasi umat. Menjawab hal ini, RD Sipri Senda memperkenalkan metode sederhana menggunakan pertanyaan 5W1H. “Pertanyaan-pertanyaan dasar ini bisa dijawab sendiri atau oleh peserta lain, difasilitasi oleh pemandu katekese. Dengan cara ini, umat tergerak untuk berbagi pendapat dan refleksi, yang akhirnya bermuara pada sharing pengalaman iman dalam tahap Meditatio,” pungkasnya.
