Menuju 60 Tahun Keuskupan Agung Kupang: Momentum Iman, Kenangan, dan Syukur
Kupang, 13 April 2026 – Umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang merayakan tiga momen iman penting dalam satu perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat di Gereja Katedral Kristus Raja, Senin (13/4/2026). Perayaan ini menjadi penanda pencanangan kegiatan menuju 60 tahun berdirinya keuskupan, peringatan satu tahun wafatnya Mgr. Petrus Turang, serta syukur ulang Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni yang akan memasuki usia 57 tahun pada 14 April 2026.
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Mgr. Hironimus Pakaenoni dengan didampingi para imam konselebran, dihadiri oleh umat dari berbagai paroki yang memadati gereja katedral. Suasana Paskah yang masih terasa kuat memberi warna reflektif dan penuh harapan dalam perayaan tersebut.

Dalam homilinya, Mgr. Hironimus menegaskan bahwa menyatakan iman kepada Kristus bukan sekadar pengakuan verbal, melainkan partisipasi nyata dalam hidup dan misi-Nya. Ia mengajak umat untuk berani mengalami “kelahiran baru” melalui air dan Roh, sebagaimana diajarkan oleh Yesus.
“Menyatakan nama Kristus berarti ikut ambil bagian dalam misi-Nya, hidup menurut nilai-Nya, bahkan siap menderita bersama-Nya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa Kerajaan Allah tidak cukup dipahami sebagai ketaatan lahiriah semata, melainkan transformasi batin yang sejati. Dalam terang Paskah, umat diajak untuk tidak berhenti pada perayaan, tetapi melangkah menuju pertobatan yang mendalam dan kesaksian iman yang nyata.
Mengaitkan dengan tiga momen yang dirayakan, Uskup Agung Kupang menegaskan bahwa semuanya merupakan kesempatan untuk melihat karya Allah yang terus hidup dalam perjalanan Gereja. Ia mengingatkan bahwa Keuskupan Agung Kupang yang kini memasuki usia ke-59 dan bersiap menuju 60 tahun, bukan sekadar hasil kerja manusia, melainkan buah karya Roh Kudus yang menyertai umat sepanjang sejarah.

Secara khusus, ia mengenang sosok Mgr. Petrus Turang sebagai gembala yang setia dan sederhana. Dengan semboyan Pertransit Benefaciendo (Ia berkeliling sambil berbuat baik), almarhum dikenang sebagai pribadi yang total dalam pelayanan dan menyerahkan hidupnya bagi umat Allah.
“Peringatan ini bukan untuk bernostalgia, tetapi untuk menyalakan kembali semangat melanjutkan karya yang telah dimulai,” tegasnya.
Selain itu, Mgr. Hironimus juga mengajak umat untuk meneladani para gembala terdahulu, termasuk Mgr. Gregorius Manteiro, yang meletakkan dasar kuat bagi perkembangan Gereja lokal dengan semangat keadilan dan perdamaian.
Perayaan ini sekaligus menjadi awal rangkaian menuju Yubileum 60 tahun Keuskupan Agung Kupang yang akan mencapai puncaknya pada 13 April 2027. Dengan mengusung semangat iman, kesetiaan, dan keterbukaan pada karya Roh Kudus, umat diajak untuk melangkah bersama sebagai Gereja yang hidup, dinamis, dan misioner.

Di akhir perayaan, umat diajak untuk terus menjadi saksi Kristus yang berani dan setia di tengah dunia, seraya memohon kekuatan Roh Kudus agar perjalanan iman Gereja lokal ini semakin berbuah bagi banyak orang.
