Kamis, April 30, 2026
Renungan Harian

Selasa, 15 April 2025

Hari Selasa Dalam Pekan Suci

Yes 49:1-6; Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15.17; Yoh 13:21-33.36-38

Pada Hari Selasa dalam Pekan Suci ini, kita diajak untuk merenungkan perjalanan keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada umat-Nya. Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya menyampaikan nubuat tentang Hamba Tuhan yang diutus menjadi terang bagi bangsa-bangsa, untuk membawa keselamatan Allah sampai ke ujung bumi. Ini adalah janji pembebasan, bukan hanya bagi bangsa Israel, tetapi bagi seluruh umat manusia. Dan janji itu digenapi dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus — Sang Hamba sejati, Sang Penebus, Sang Juru Selamat.

Namun, Injil hari ini membawa kita kepada kenyataan yang pahit dan menyakitkan: bahwa keselamatan itu datang melalui penderitaan dan pengkhianatan. Kita diajak masuk dalam suasana Perjamuan Terakhir, saat Yesus makan bersama para murid-Nya, tepat sebelum Dia dikhianati. Inilah malam yang gelap, bukan karena tidak ada cahaya, tetapi karena hati manusia sedang diliputi oleh kegelapan dosa.

Yesus secara terbuka mengatakan bahwa salah satu dari murid-Nya akan mengkhianati-Nya. Dan memang benar, Yudas Iskariot, yang satu meja dengan-Nya, yang satu roti dengan-Nya, adalah orang yang menyerahkan-Nya kepada musuh. Tetapi bukan hanya Yudas. Injil hari ini juga memperlihatkan kepada kita betapa rapuhnya iman Petrus. Dia yang dengan penuh semangat berkata, “Aku akan memberikan nyawaku untuk-Mu,” ternyata akan menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok.

Saudara-saudari terkasih, bukankah gambaran ini sangat dekat dengan hidup kita? Kita semua, seperti para murid, adalah orang-orang yang lemah. Kita pernah berkata bahwa kita mencintai Tuhan, kita ingin setia kepada-Nya. Tetapi dalam kenyataan hidup, sering kali kita jatuh dalam godaan. Kita menyangkal Tuhan, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan, dengan pilihan-pilihan hidup yang jauh dari kasih dan kebenaran-Nya.

Yudas dikuasai oleh keserakahan dan mungkin kekecewaan. Petrus dikuasai oleh ketakutan dan kelemahan. Dan kita pun punya “Yudas” dan “Petrus” dalam diri kita — sisi yang gampang tergoda oleh dunia dan sisi yang mudah takut menghadapi tantangan iman.

Namun, pesan Injil hari ini bukan hanya tentang pengkhianatan dan penyangkalan. Ini adalah kisah tentang kasih yang tidak menyerah. Yesus tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya. Dia tahu siapa yang akan menyangkal-Nya. Tetapi Ia tetap membasuh kaki mereka. Ia tetap duduk makan bersama mereka. Ia tetap mengasihi mereka — sampai akhir.

Di sinilah letak harapan kita. Bahwa meski kita lemah, meski kita sering gagal, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia tetap datang untuk menyelamatkan. Ia tetap menawarkan pengampunan. Ia tetap memanggil kita untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.

Para kudus bukanlah orang-orang yang sempurna sejak awal. Mereka juga pernah jatuh, pernah berdosa. Tetapi yang membedakan mereka adalah bahwa mereka tidak tinggal dalam kejatuhan itu. Mereka bangkit, mereka bertobat, mereka menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan, dan membiarkan kasih-Nya mengubah mereka.

Maka pada hari ini, saat kita terus melangkah dalam Pekan Suci yang penuh rahmat ini, marilah kita jujur pada diri kita sendiri. Mari kita akui kelemahan dan dosa-dosa kita. Jangan lari dari kenyataan itu, tetapi bawalah semuanya kepada Tuhan dalam tobat yang tulus. Jangan seperti Yudas yang setelah berdosa malah menjauh dari Tuhan dan putus asa. Tapi jadilah seperti Petrus, yang menangis dan bertobat, dan akhirnya menjadi batu karang iman Gereja.

Mari kita membuka hati kita kepada Tuhan, agar kasih dan belas kasih-Nya mengubah hidup kita. Marilah kita memperbarui komitmen kita untuk mengikuti Dia, bukan karena kita sempurna, tetapi karena kita percaya bahwa hanya bersama Dia, kita dimampukan untuk hidup benar, adil, dan setia.

Semoga Pekan Suci ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada Tuhan, mengalami kasih-Nya yang menyelamatkan, dan diperbarui dalam iman, harapan, dan kasih.

Amin.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *