Sabtu, Juli 20, 2024
Berita

Komisi Kitab Suci KAK Gelar Diskusi Bulanan: Mendalami Peran Maria dalam Injil Markus

Naikoten, 20/2/2024 – Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) beserta tim relawan Kitab Suci kembali menggelar kegiatan diskusi bulanan yang kali ini bertempat di aula paroki St. Yoseph Naikoten, pada hari Selasa, 20 Februari. Kegiatan diskusi yang merupakan yang kedua dalam tahun 2024 ini mengangkat tema “Maria dalam Injil Markus”, dengan narasumber RD Siprianus S. Senda, Ketua Komisi Kitab Suci KAK.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh 17 peserta, dengan menggunakan metode learning by doing, Romo Sipri mengajak para peserta untuk medalami bagaiaman injil Markus berbicara tentang Maria. Para peserta diajak untuk membuka kitab suci, membaca perikop yang berkaitan dengan Maria, dan bersama-sama menganalisis teks. Pendekatan ini membuat para peserta lebih aktif dalam mencari pemahaman tentang isi teks dan mengajukan pertanyaan yang mendalam. Bagian-bagian yang tidak dipahami kemudian dijelaskan oleh Romo Sipri selaku narasumber sehingga pemahaman mengenai teks, khususnya tentang Maria, semakin bertambah.

Teks yang menjadi fokus diskusi adalah Markus 3:31-35 dan Markus 6:1-6a. Dari teks pertama yang menceritakan tentang Maria dan saudara-saudara Yesus yang hendak menjumpainya, para peserta menemukan beberapa hal mengenai peran Maria. Mereka menggali bahwa Maria merupakan figur ibu yang peduli dan penuh kasih terhadap anaknya, serta sebagai model orang beriman yang mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah, sebagaimana digambarkan oleh Yesus.

Dalam teks kedua, para peserta mendalami kisah tentang penolakan Yesus di Nazaret. Dalam konteks ini, Maria disebut namanya secara ejekan atau sindiran. Romo Sipri menjelaskan bahwa penyebutan nama seseorang yang dikaitkan dengan ibunya dengan nada ejekan adalah hal yang umum, namun dari sini peserta menemukan spiritualitas Maria yang tenang, sabar, bijaksana, dan penuh iman dalam menghadapi perlakuan buruk terhadap Yesus.

Diskusi ini dipandu oleh moderator, Evi Lemba, salah satu anggota Tim Relawan Komisi Kitab Suci KAK. Salah satu peserta, Ibu Yati dari Paroki Sikumana, menyatakan rasa senangnya karena dapat belajar bersama mengenai kitab suci melalui pendekatan learning by doing. “Saya senang dengan proses belajar bersama ini. Ternyata dengan cara seperti ini, saya dapat memahami lebih dalam isi teks kitab suci dan juga cara membaca serta menemukan pesannya,” ujarnya.

Untuk kegiatan bulan berikutnya, semua peserta sepakat mengikuti rancangan yang diusulkan oleh Ibu Eta Arkian, yakni di Boneana. Kegiatan diskusi bulanan ditutup dengan sesi snack bersama yang disediakan oleh keluarga Pak Sil Tena.

Dengan adanya diskusi bulanan ini, diharapkan pemahaman mengenai Kitab Suci, khususnya peran Maria dalam Injil Markus, semakin bertambah dan menginspirasi para peserta dalam kehidupan iman dan kehidupan sehari-hari.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *