Rabu, Oktober 14, 2026
Berita

BERSYUKUR ATAS EMPAT PERISTIWA IMAN DI PAROKI STA. MARIA REINHA ROSARI SIOLAIS

Selama satu bulan penuh, umat Paroki Sta. Maria Reinha Rosari Siolais, Kevikepan Timor Tengah Selatan, Keuskupan Agung Kupang, mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sekaligus memperingati 67 tahun masuknya Gereja Katolik di Siolais. Berbagai kegiatan perlombaan dan pertandingan diselenggarakan dengan melibatkan seluruh umat paroki.

Kegiatan tersebut meliputi pertandingan bola voli putra dan putri, futsal Sekami, serta tarik tambang putra dan putri. Sementara itu, perlombaan yang digelar mencakup baca Kitab Suci, tutur Kitab Suci, kuis Kitab Suci, menyanyi mazmur, mewarnai, gigit senduk, makan kerupuk, dan paduan suara.

Seluruh rangkaian kegiatan mencapai puncaknya dalam Misa Syukur dan upacara penutupan pada 7 Oktober 2026.

Perayaan ini menjadi istimewa karena merangkum empat peristiwa iman sekaligus, yakni ulang tahun pertama Paroki Sta. Maria Reinha Rosari Siolais, peringatan 67 tahun masuknya Gereja Katolik di Siolais, penutupan kegiatan BKSN 2026, serta penerimaan Komuni Pertama bagi 19 anak.

Ekaristi Syukur dan Refleksi Perjalanan Iman

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Rekan, Romo Melki Deza, didampingi oleh Pastor Paroki, Romo Marsel Nubatonis. Perayaan ini dihadiri oleh seluruh umat, baik dari pusat paroki maupun dari kapela-kapela.

Dalam pengantarnya, Romo Melki Deza mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas perjalanan iman yang telah dilalui sekaligus terus menjaga persaudaraan sebagai satu keluarga Allah. Syukur atas sejarah bukan sekadar ungkapan terima kasih atas masa lalu, melainkan juga komitmen untuk membangun kehidupan menggereja yang semakin baik pada masa kini dan masa depan.

Sementara itu, dalam homilinya, Romo Marsel mengajak umat untuk melihat keempat peristiwa tersebut sebagai buah ketekunan, pengorbanan, dan kesetiaan para pendahulu yang telah merintis serta mengembangkan kehidupan Gereja Katolik di Siolais.

Menurutnya, perjalanan selama 67 tahun menunjukkan bahwa kehidupan Gereja tidak dibangun dalam satu hari. Ada doa, perjuangan, pengorbanan, dan kesetiaan banyak orang yang mungkin tidak semuanya tercatat dalam sejarah, tetapi telah memberikan sumbangan nyata bagi pertumbuhan iman umat.

Karena itu, tugas generasi sekarang bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, melainkan juga menjaga dan mengembangkan warisan iman tersebut agar generasi mendatang dapat melanjutkan apa yang telah dimulai, bahkan menjadikannya semakin besar dan bermakna.

Sejarah Gereja bukan hanya cerita tentang mereka yang telah berjalan lebih dahulu, melainkan juga tanggung jawab bagi mereka yang sedang berjalan hari ini dan mereka yang akan melanjutkannya pada masa mendatang.

Perayaan Ekaristi dimeriahkan oleh koor gabungan Orang Muda Katolik (OMK) paroki dan kapela-kapela, dengan iringan musik dari Frater Riki bersama Bapak Markus Kase. Anak-anak SDK Yaswari Siolais turut mengambil bagian melalui penampilan tarian.

Kehadiran umat dari berbagai wilayah memperlihatkan bahwa meskipun berasal dari lingkungan dan kapela yang berbeda, semuanya merupakan bagian dari satu persekutuan iman yang sama.

Secara khusus, penerimaan Komuni Pertama bagi 19 anak menjadi salah satu momen penting dalam perayaan tersebut. Peristiwa ini menandai langkah baru dalam perjalanan iman anak-anak sekaligus menjadi tanggung jawab bersama bagi orang tua, keluarga, dan seluruh umat untuk mendampingi mereka agar semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus.

Pawai 67 Obor, Mengenang Sejarah, dan Merawat Warisan Iman

Setelah perayaan Ekaristi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan BKSN dan peringatan HUT Gereja Katolik Siolais ke-67.

Salah satu momen yang menarik perhatian ialah pawai 67 obor dari jalan menuju lapangan kegiatan. Angka 67 menjadi simbol perjalanan panjang Gereja Katolik di Siolais sejak 1959 hingga 2026. Nyala obor melambangkan iman yang diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menyala meskipun perjalanan Gereja tidak selalu mudah.

Suasana semakin bermakna dengan pemutaran film dokumenter tentang sejarah masuknya misi Gereja Katolik di Siolais. Film tersebut menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para perintis sekaligus membantu generasi sekarang memahami bahwa kehidupan Gereja yang dinikmati hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang patut disyukuri dan dijaga.

Puncak suasana perayaan ditandai dengan penyulutan api unggun dan pembentukan angka 67, yang diiringi tarian gong.

Perpaduan cahaya api, tarian tradisional, dan kebersamaan umat menghadirkan pesan bahwa iman Kristiani tidak membuat umat melupakan akar budaya. Sebaliknya, iman mengajak umat untuk terus menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kebersamaan dan kekayaan tradisi setempat.

Sportivitas, Persaudaraan, dan Kebersamaan Umat

Upacara penutupan juga diisi dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah, dan penyerahan piagam penghargaan berupa sertifikat oleh panitia.

Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama sebulan menjadi kesempatan bagi umat, khususnya anak-anak, kaum muda, serta kelompok-kelompok KUB dan kapela, untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan semangat kerja sama.

Dalam perlombaan dan pertandingan, kemenangan tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun, makna yang lebih penting terletak pada keberanian untuk berpartisipasi, kesediaan untuk belajar, dan kemampuan untuk menghargai sesama. Sebab, kegiatan Gereja bukan semata-mata bertujuan mencari siapa yang menjadi juara, melainkan membangun umat yang semakin beriman, bersaudara, dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Pastor Paroki menyampaikan pesan serta refleksi atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Kebersamaan kemudian diabadikan melalui foto bersama, dilanjutkan dengan resepsi dan rekreasi bersama seluruh umat.

Momen ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara umat di pusat paroki dan umat dari kapela-kapela. Sukacita yang dibagikan bersama menjadi tanda bahwa Gereja bukan hanya tempat untuk berdoa, tetapi juga rumah persaudaraan, tempat setiap orang diterima, dilibatkan, dan bertumbuh bersama.

Apresiasi dan Komitmen untuk Melanjutkan Warisan Iman

Seluruh rangkaian kegiatan BKSN dan peringatan HUT Gereja Katolik Siolais ke-67 tidak terlepas dari kerja keras serta pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran banyak pihak.

Karena itu, ucapan terima kasih disampaikan secara khusus kepada KUB St. Robertus selaku panitia, serta seluruh umat Paroki Sta. Maria Reinha Rosari Siolais yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan selama satu bulan. Partisipasi dan dukungan umat menjadi bukti bahwa kegiatan bersama dapat terlaksana ketika setiap orang bersedia menyumbangkan apa yang dimilikinya demi kepentingan bersama.

Proficiat juga disampaikan kepada seluruh peserta dan para pemenang perlombaan serta pertandingan, terutama Kapela St. Andreas Enoana sebagai juara umum tahun ini. Prestasi tersebut patut diapresiasi, seraya tetap mengingat bahwa nilai utama dari setiap kegiatan adalah persaudaraan, sportivitas, dan pertumbuhan iman.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan ini, seluruh umat Paroki Sta. Maria Reinha Rosari Siolais diajak untuk tidak membiarkan semangat BKSN berhenti bersama berakhirnya perlombaan dan pertandingan. Sabda Tuhan yang telah direnungkan hendaknya terus menjadi pedoman dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan hubungan dengan sesama.

Demikian pula, peringatan 67 tahun Gereja Katolik di Siolais dan satu tahun berdirinya paroki menjadi kesempatan untuk meneguhkan komitmen bersama dalam melanjutkan karya para pendahulu. Gereja akan terus bertumbuh apabila umatnya setia berdoa, tekun bekerja, saling mendukung, dan berani mewariskan iman kepada generasi berikutnya.

Sampai jumpa pada Oktober tahun depan. Semoga Sabda Tuhan terus menumbuhkan iman, persaudaraan, dan harapan, sehingga perjalanan Gereja Katolik di Siolais semakin berbuah bagi umat dan masyarakat di kampung ini dan sekitarnya.

67 Tahun Bersama Tuhan, Berjalan Bersama Umat, Melayani dengan Kasih.

(Frater Christoforus Riki Tefa)

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *