Kamis, Mei 28, 2026
Berita

Refleksi Jiwa Menyambut Natal: Rekoleksi dan Pengakuan Suci K3I Keuskupan Agung Kupang

Kupang, 13 Desember 2025 — Puluhan Devosan Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (K3I) Keuskupan Agung Kupang hadir di Aula Paroki Sta. Maria Assumpta pada Jumat, 13 Desember 2025 untuk mengikuti rekoleksi Natal dan pengakuan suci. Kegiatan yang menjadi bagian dari persiapan rohani menyambut kelahiran Sang Juru Selamat ini berlangsung dengan penuh khusyuk dan hikmat.

Rekoleksi yang dipimpin langsung oleh RD. Sipri Senda selaku moderator K3I Keuskupan Agung Kupang ini mengangkat tema penting tentang persiapan hati menyambut kehadiran Kristus. Sebagai pemandu kegiatan, RD. Sipri menyampaikan renungan yang mendalam berdasarkan bacaan Injil Matius 17:10-13 yang mengisahkan tentang kehadiran Yohanes Pembaptis atau Elia yang adalah tokoh terakhir dalam Perjanjian Lama untuk beralih ke Perjanjian Baru. Ā Yohanes Pembaptis adalah Nabi terakhir sebelum Tuhan Yesus lahir merupakan anak dari Zakharia dan Elisabeth yang mengandung di usia uzur dan dipersiapkan oleh Tuhan. Yohanes pembaptis lahir sebagai perintis dan memulihkan segala sesuatu sebelum Mesias datang. Dalam kisah injil Yesus sendiri yang mengatakan bahwa ā€œElia sudah datangā€, Ia datang untuk memulihkan segala sesuatu. Kita menyadari bahwa ada perubahan situasi sakit menuju situasi yang baru atau pemulihan. Dalam terminologi pemulihan bahwa ada situasi yang buruk, tidak enak, dan menderita memiliki kerinduan untuk pulih atau bebas dari kondisi yang membelenggu tersebut.

Dalam konteks keberimanan kita bahwa situasi sulit yang dialami oleh orang-orang Israel di jaman itu berada dalam keadaan keterpurukan ditanggapi oleh Tuhan seruan dan doa-doa mereka, dan pada waktunya Tuhan mengutus Mesias untuk memulihkan situasi tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, sakit fisik tertentu kita alami, kita berjuang untuk pulih atau sembuh. Namun perlu diingat bahwa manusia tidak hanya memiliki secara fisik belaka, apalagi kita disebut sebagai umat beriman. Kita juga memiliki sakit-sakit tertentu secara spiritual, moral, sosial, dan secara mental yang membuat kita jauh dari Tuhan dan jauh dari sesama. Hubungan kita dengan Tuhan dan sesama serta diri sendiri menjadi rusak karena kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Situasi-situasi keterpurukan atau dalam keadaan dosa tidak membawa kita dalam kebahagiaan sejati. Oleh karena itu kita butuh pembebasan atau pemulihan yang datangnya dari Tuhan sehingga kita bersih dari dosa. Tuhan berkenan menghapus dosa-dosa kita agar kita mendapatkan kelegaan dan hidup bebas atau terpulihkan.

Kita belajar dari teks ini bahwa Yohanes datang untuk memulihkan segala situasi untuk kedatangan Yesus. Yohanes pembaptis berseru-seru untuk bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Yesus atau Mesias sudah dekat, kita akan menerima dia, bertobatlah, berilah dirimu dibaptis. Yohanes Pembaptis menyucikan dan membaptis orang banyak, jemaat Israel yang terbuka hati untuk menyongsong Mesias dengan datang kepada dia untuk dibersihkan. Hal ini adalah salah satu bentuk pemulihan menyongsong Yesus.

Pemulihan yang dibuat oleh Yohanes ini memberikan gambaran kepada kita sebagai tindakan spiritual untuk penyembuhan dari dosa yang bukan merupakan sakit fisik.

Saat itu kita dalam masa penantian kelahiran Sang Juru Selamat. Namun kita dalam kondisi sakit spiritual, mental, moral, sakit sosial. Yohanes Pembaptis menginspirasi kita bahwa sebelum Mesias datang kita perlu menyucikan atau membersihkan diri. Gereja menyiapkan waktu dan sarana yang baik agar umat dapat mempersiapkan diri. Kristus sendiri menyiapkan sarana yang baik melalui Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen Tobat untuk pemulihan luka-luka dosa kita. Masa adven merupakan masa indah untuk melakukan ulah tobat dan pembaruan serta refleksi diri kita. Kita harus melihat kelemahan-kelemahan yang harus dibersihkan seperti iri hati, dengki, dendam, keserakahan, nafsu, egoisme, dan berbagai sikap manusia yang merusak hubungan dengan Allah dan sesama.

Salah satu proses pemulihan melalui rekoleksi dan sakramen tobat sehingga kita dipulihkan dari luka dosa agar dapat merayakan Natal Kelahiran Tuhan Yesus dengan sukacita dan bahagia.

Pengakuan Suci: Momen Pembaharuan Spiritual

Setelah sesi rekoleksi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan sakramen pengakuan suci. Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian rekoleksi, di mana para devosan diberikan kesempatan untuk memperbaharui diri melalui sakramen rekonsiliasi.

Pelayanan pengakuan dilaksanakan oleh empat imam yang telah ditunjuk, yaitu RD Adnan, RD Yoakim, RD Rio, dan RD Sipri Senda sendiri. Kehadiran keempat imam ini memudahkan para devosan untuk mengakses sakramen pengakuan tanpa harus menunggu terlalu lama. Setiap imam melayani dengan sabar dan penuh pengertian, menciptakan suasana yang kondusif untuk pertobatan yang sungguh-sungguh.

Salah satu devosan yang enggan disebutkan namanya berbagi kesannya, ā€œPengalaman pengakuan kali ini sangat berkesan. Saya merasakan sekali lagi kedamaian dan sukacita setelah menerima pengampunan. Ini adalah hadiah terbaik yang bisa saya terima menjelang Natal.ā€

Kegiatan Rutin Sebagai Program Utama K3I

Rekoleksi dan pengakuan suci ini bukanlah kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan. Menurut RD. Sipri Senda, kegiatan semacam ini telah menjadi program rutin K3I Keuskupan Agung Kupang yang dilaksanakan setiap dua kali dalam setahun, yakni sebelum perayaan Natal dan Paskah.

Sebagai penutup kegiatan, RD. Sipri Senda memberikan pesan harapan kepada para devosan. Ia mengajak semua yang hadir untuk membawa semangat rekoleksi ini ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat merayakan Natal nanti.

ā€œMarilah kita jaga api iman yang telah dinyalakan hari ini. Biarkan kerahiman Ilahi yang kita rasakan mengalir dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat menjadi saksi Kristus yang hidup di tengah dunia,ā€ pesannya.

Para devosan pulang dengan hati yang penuh sukacita dan damai. Mereka membawa bekal spiritual yang akan membantu mereka menyambut Natal dengan lebih bermakna dan menjiwai misteri Inkarnasi dengan lebih mendalam.

Kegiatan rekoleksi dan pengakuan suci K3I ini membuktikan bahwa persiapan rohani adalah kunci untuk merayakan perayaan iman secara autentik. Melalui refleksi, pembaharuan, dan komunitas, para devosan K3I Keuskupan Agung Kupang terus memperdalam iman mereka dalam Kerahiman Ilahi yang tak terbatas.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *