Kamis, April 30, 2026
Berita

Rayakan Hari Minggu Laetare, Komisi Kitab Suci KAK Gelar Pelatihan Fasiliator Kitab Suci di Paroki Noelmina

Sambut Hari Minggu Prapaskah IV atau Minggu Laetare, Komisi kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) menggelar Pelatihan Fasilitator Kitab Suci dan Pendalaman Lectio Divina di Paroki Sta. Maria Bunda Orang Miskin Noelmina. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 14-15 Maret 2026, bertempat di Gereja Paroki Noelmina.

Lebih dari empat puluh peserta yang hadir dari Kelompok Umat Basis (KUB) dan kapela dalam wilayah paroki Noelmina. Peserta terdiri dari para suster, pengurus KUB, para katekis dan umat, baik orang tua maupun orang muda, yang menaruh perhatian pada bidang pawartaan (katekese).

Romo Bento Ninu, selaku pastor paroki Noelmina, menyambut baik kegiatan ini. Dalam sambutan singkatnya di awal kegiatan, beliau mengapresiasi kegiatan dari komisi KS dan berharap para peserta dan umat yang hadir dapat memanfaatkan momen pertemuan dan pelatihan ini sebaik-baiknya, agar bisa diteruskan dalam pendampingan umat khususnya di bidang pewartaan (katekese). “Kita bersyukur karena dikunjungi lagi oleh tim komisi KS Keuskupan. Romo Sipri dan tim sudah datang di paroki kita. Umat silakan bertanya dan belajar sebanyak-banyaknya dari komisi Kitab Suci Keuskupan, supaya bisa mendampingi umat di KUB dan komunitas masing-masing dengan baik”, ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Romo Sipri Senda tentang Kiat-kiat Menjadi Fasilitator Kitab Suci yang Handal. Siapa itu fasilitator KS, syarat dan apa saja tugas dari fasilitator KS menjadi inti materi ini. Romo Sipri menjelaskan secara detail syarat-syarat yang harus dilakukan oleh seorang fasilitator, yang mendapat tugas khusus untuk mendampingi dan memimpin katekese di kelompok. “Seorang fasilitator harus menyiapkan diri dengan baik sebelum bertemu dengan umat. Persiapan meliputi persiapan fisik dan juga pengetahuan. Fasilitator yang tidak siap diri, akan berdampak pada ketidakberhasilan katekese”, tegas Romo Sipri.

Materi yang dipaparkan romo Sipri mendapat respon balik dari para peserta yang hadir. Mereka sangat antusias, aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait fasilitator dan juga berbagi pengalaman sebagai fasilitator di KUB dan komunitas. Beberapa diantara peserta bahkan berbagi pengalaman kesulitan yang diperoleh di kelompok dan meminta solusi yang pas dan tepat untuk mengatasinya. Romo Sipri dengan sabar mendengar dan menjawab setiap pertanyaan yang masuk. Dalam memberikan jawaban, Romo Sipri yang adalah juga Ketua Komisi KS Keuskupan Agung Kupang, menegaskan sekali lagi poin-poin penting dalam pelaksanaan katekese yang harus diperhatikan oleh seorang fasilitator, termasuk durasi sharing peserta dan topik yang disharingkan hendaknya tidak mendominasi dan keluar dari tema pertemuan.

Kegiatan berlanjut dengan pendalaman _lectio divina_. Sesi pendalaman _lectio divina_ menjadi yang utama dari rangkaian kegiatan ini. Materi _lectio divina_ disampaikan secara singkat oleh Magdalena Hokor, salah satu tim relawan komisi KS KAK. Ia menjelaskan dengan singkat metode _lectio divina_ yang terdiri dari _lectio, meditatio, oratio, contemplatio_ dan _actio._ Kelima tahap ini menjadi pedoman bagi para fasilitator dalam memimpin dan mendampingi katekese.

Peserta kemudian dibagi dalam delapan kelompok kecil, untuk mendalami teks. Masing-masing kelompok didampingi oleh satu orang dari tim relawan yang hadir. Teks yang menjadi acuan pelatihan LD adalah dari injil Lukas 19:1-11 tentang Zakheus. Para peserta diminta untuk mempraktekkan metode LD dalam kelompok.

Tampak peserta sangat bersemangat. Beberapa diantaranya mengakui bahwa metode _lectio divina_ belum pernah diterapkan sebelumnya. “Bagi saya ini adalah cara baru untuk mengerti dan mendalami teks. Saya sangat senang dengan cara pendalaman teks seperti ini dan akan saya terapkan dalam katekese di kelompok nanti. Saya yakin, semua peserta akan sangat aktif berpartisipasi dalam katekese”, ungkap seorang bapak dengan ekspresi gembira.

 

Di akhir sesi, Romo Sipri sebagai pemateri utama, mengajak peserta untuk mendalami teks dengan masuk pada tahap yang lebih dalam yakni tahap refleksi. Romo Sipri menuntun peserta yang hadir dengan pertanyaan reflektif tekait pesan teks yang menjadi sentuhan sabda yang dialami oleh peserta, lalu menghubungkan dengan pengalaman iman dan membagikannya dalam bentuk _sharing_ iman.

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari Minggu, 15 Maret 2026, Misa Minggu Laetare bersama umat paroki Noelmina. Setelah misa, masih dilaksanakan sesi pendampingan kepada Orang Muda Katolik (OMK), Sekami dan kelompok orang dewasa. Ada praktek _lectio divina_ di kelompok OMK, katekese APP pertemuan IV pada kelompok sekami dan diskusi bebas tentang kitab suci bersama kelompok orang tua.

Kebersamaan yang terjalin kurang lebih dua hari terasa singkat bagi peserta yang dengan semangat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa iman umat tumbuh subur di paroki Noelmina. Umat tidak lagi duduk pasrah dan hanya menerima pelayanan dari para imam, melainkan sudah lebih aktif untuk saling melayani di dalam kelompok dan komunitas, terlebih lagi saling mendukung untuk mengakrabkan diri dengan kitab suci. Semoga kecintaan umat pada kitab suci semakin mendalam dan menyebar di seluruh wilayah paroki Noelmina dan Keuskupan Agung Kupang pada umumnya.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *