Jumat, Mei 1, 2026
Berita

Claret Way Kupang Aktif Menghidupi Sabda Tuhan Melalui Kegiatan Lectio Divina

Sabtu 14 Maret 2026, Komunitas Orang Muda Claret Way Kupang kembali melaksanakan kegiatan bulanan Lectio Divina dalam suasana penuh sukacita dan keakraban, bertempat di aula Residensia Claretian Kupang. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bulanan dari komunitas orang muda Claretway Kupang sebagai salahsatu wujud menumbuhkan iman kristiani yang berakar  pada Sabda Tuhan.

Tema yang diangkat dalam kegiatan Lectio Divina kali ini merupakan kolaborasi dari dua tema APP 2026 yang dirangkum dalam satu tema umum, yaitu “Bersama Yesus, Aku Berdoa dan Bertumbuh: Perjalanan Orang Muda Menemukan Makna Prapaskah.” Tema ini mengajak orang muda untuk belajar dari Yesus yang berdoa, sekaligus menyadari pentingnya doa sebagai sarana pertumbuhan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Kelompok Tim bulan Maret yang terdiri dari beberapa anggota Claretway memandu jalannya kegiatan Lactio Divina ini dan diikuti oleh teman-teman Claret Way lainnya. Setiap tahapan Lactio Divina dipandu dengan khusuk agar para peserta semakin mendalami Sabda Tuhan serta menemukan makna iman secara lebih personal, khususnya dalam masa Prapaskah.

Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan di mana petugas memandu peserta melalui pengantar singkat yang mengaitkan tema dengan kehidupan orang muda saat ini. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan nyanyian pembukaan dan doa pembuka sebagai ungkapan syukur sekaligus mempersiapkan hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan.

Pada tahapan Lectio, peserta secara bergantian membaca ayat-ayat kitab suci yang diambil dari 2 Korintus 5:20–6:2 dan Lukas 22:39–46,dilanjutkan dengan mendalami teks Kitab Suci yang melalui  pertanyaan-pertanyaan pemantik yang telah dipersiapkan oleh petugas dengan metode 5W1H, peserta diajak merefleksikan makna kedua bacaan tersebut dan mengaitkannya dengan pengalaman hidup mereka. Dalam sesi ini, para peserta tampak sangat antusias dan terlibat aktif dalam proses pendalaman Sabda Tuhan dari teks bacaan yang dibaca.

Selanjutnya pada tahapan Meditacio, peserta diajak memasuki dinamika refleksi. Setiap peserta diminta berdiam diri sejenak dan menuliskan refleksi pribadi secara singkat berdasarkan bacaan yang telah dibaca dan didalami. Kemudian setiap orang  membacakannya sebagai sharing iman yang bisa dibagikan. Dinamika ini dilakukan agar setiap peserta dapat lebih menghayati Sabda Tuhan secara pribadi sekaligus berbagi pengalaman iman dengan peserta lainnya. Melalui proses ini, suasana kebersamaan dan saling menguatkan dalam iman semakin terasa di antara para peserta.

Sebagai Actio, Peserta diminta untuk menuliskan Kembali dan mengumpulakan setiap refleksi yang telah dibagikan unutk kemudian dijadikan pesan peneguhan bagi semua angota komunitas baik yang hadir maupun yang tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan. Kegiatan Lectio Divina berlangsung dengan penuh sukacita hingga akhirnya ditutup dengan doa dan nyanyian penutup.

(Jesika Juliani)

 

 

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *