Sabtu, Mei 30, 2026
Berita

Umat KUB Sto. Mikhael Malaikat Agung Oebobo B Gelar Katekese Adven 2025

Kupang, 7 Desember 2025 — Umat KUB Sto. Mikhael Malaikat Agung Wilayah Oebobo B Paroki Sta. Maria Assumpta menggelar Katekese Adven tahun 2025. Tema katekese Adven yakni Berjalan bersama menuju keselamatan dalam bingkai pengharapan. Katekese dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2025 untuk pertemuan pertama dengan tema “Pengharapan sebagai dasar melihat keselamatan”. Melalui tema ini, kita semua diajak untuk melihat dan merasakan bagaimana karya penyertaan Allah dalam perziarahan hidup. Sebagai peziarah pengharapan  kita merindukan kedamaian, berharap akan kehadiran Tuhan, pengharapan akan kesatuan dan kebangkitan. Fasilitator, Silvester Tena mengajak belasan umat yang hadir untuk merenungkan perjalanan perziarahan hidup. Tentunya kita semua pernah mengalami kesedihan, keputusasaan, kecemasan, dan bahkan merasa bahwa Tuhan tidak menolong kita. Namun dengan iman kita juga merasa dan melihat bagaimana Tuhan bekerja dan selalu bersama dalam perjalanan hidup kita. Allah selalu berusaha menunjukkan cinta-Nya kepada manusia dan keputusan-Nya selalu adil merata. Kita hanya perlu menemukan bagaimana Allah bekerja di dalam hidup kita melalui pengalaman-pengalaman kita. Kitab Yesaya 2:1-5 menginspirasi kita akan pengharapan kehidupan yang damai, sukacita, tidak ada kekerasan. Nubuat akhir zaman tentang damai sejahtera universal dan pemerintahan Allah yang berpusat di Yerusalem (sion). Setiap umat beriman mendambakan pengharapan akan keselamatan dalam kehidupan kekal.

Inspirasi nubuat Yesaya dan tema katekese menstimulasi beberapa umat sehingga antusias untuk membagi pengalaman hidupnya. Ibu Mery Tapun mengisahkan kebaikan dan penyertaan Tuhan yang hadir melalui sesama sehingga meringankan beban keluarga. Meskipun tantangan begitu berat akhirnya terasa ringan karena Tuhan menolong dengan cara yang luar biasa.

Ibu Lin dalam keseharian selalu mengandalkan Tuhan. Pengalaman suami mengalami sakit namun Tuhan menolong melalui dokter dan perawat sehingga mengalami kesembuhan. Dokter memberikan peneguhan yang membuat rasa cemas saya hilang dan saya yakin itu adalah karya Tuhan, imbuhnya.

Peserta lain yakni Bapak Hartono mengisahkan jika tidak berdoa, maka rasanya perjalan harian hidup belum lengkap. Untuk menghadapi tantangan saya hanya melalukannya melalui doa agar Tuhan dapat menolong.

Lebih lanjut Ibu Emerensiana mengisahkan orang yang bukan keluarga menolongnya Ketika membutuhkan sejumlah uang untuk registrasi anak yang sedang kuliah dan sudah mendekati deadline waktu. Saya juga heran bahwa yang menolong saya, yang menurut saya mungkin mereka tidak bisa membantu, katanya dengan nada sedih. Padahal keluarga yang menurut saya bisa membantu dan punya uang, ternyata tidak bisa membantu. Saya percaya, Tuhan menolong pada waktunya.

Ibu Ida yang juga mengisahkan bagaimana bertekun dalam doa dan novena untuk kesuksesan anak yang mengalami stagnasi dalam perkuliahan. Saya percaya, Tuhan akan menolong dengan caranya sendiri, katanya dengan mata berkaca-kaca mengenang masa perjuangan anaknya menjadi Sarjana.

Sebagai aksi nyata semua diundang untuk ikut kegiatan gerejawi yakni Latihan koor, doa bersama di KUB, dan kerja bakti di Paroki. Selain itu juga umat diajak untuk berbagi di antara umat yang membutuhkan di KUB Sto.Mikhael Malaikat Agung, demikian ditegaskan oleh Silvester Tena sebagai Ketua KUB.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *