Misa Jumat Pertama dan Sosialisasi Kerahiman Ilahi Keuskupan Agung Kupang
Oeleta, 6 Desember 2025 — Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (K3I) Keuskupan Agung Kupang menyelenggarakan Misa Jumat Pertama dengan khidmat di Paroki Sto. Gregorius Agung Oeleta. Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Romo Sipri Senda yang adalah Moderator K3I Keuskupan Agung Kupang. Misa ini menjadi momen penting dalam memperkuat iman dan memperdalam pemahaman akan spiritualitas Kerahiman Ilahi di tengah komunitas Katolik di Keuskupan Agung Kupang.
Misa Jumat Pertama ini tidak hanya menjadi rutinitas spiritual semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan iman yang komprehensif bagi umat. Dalam homilinya, Romo Sipri Senda mengangkat renungan dari Injil Matius 9:27-31 yang menceritakan tentang kesembuhan dua orang buta yang memiliki iman yang teguh kepada Yesus. Lewat perikop ini, Romo Sipri menekankan pentingnya sikap hidup mengandalkan Tuhan sebagai fondasi iman Kristiani yang otentik. Dalam khotbahnya, Romo Sipri mengajak seluruh umat yang hadir untuk merenungkan makna iman yang tidak pasif. Kisah menunjukkan bagaimana dua orang buta dengan tekun mengikuti Yesus sambil berteriak, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Sikap ini, menurut Romo Sipri, mencerminkan iman yang aktif, iman yang mendorong seseorang untuk bergerak dan berjuang menemukan Tuhan dalam segala situasi.
Romo Sipri menegaskan bahwa iman sejati tidak hanya berhenti pada percaya, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. “Kita diajak untuk memiliki iman seperti dua orang buta ini, iman yang tidak ragu-ragu memohon pertolongan Tuhan, iman yang yakin bahwa Tuhan akan berbuat sesuatu untuk pemulihan kesehatan dan keselamatan kita,” ujarnya dengan penuh semangat.
Renungan ini menjadi sangat relevan dengan konteks kehidupan modern di mana banyak orang menghadapi berbagai tantangan, baik kesehatan, ekonomi, maupun spiritual. Romo Sipri mengingatkan bahwa di tengah kesulitan, iman menjadi jangkar yang menopang umat untuk terus berharap dan percaya akan penyertaan Tuhan yang tidak pernah berakhir.
Sosialisasi Spiritualitas Kerahiman Ilahi
Setelah perayaan Ekaristi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi sosialisasi tentang spiritualitas Kerahiman Ilahi yang disampaikan oleh Ketua Pengurus K3I Keuskupan Agung Kupang, Silvester Tena. Dalam penjelasan singkat, beliau menjelaskan secara mendalam tentang esensi spiritualitas Kerahiman Ilahi yang menjadi landasan gerakan K3I. Spiritualitas Kerahiman Ilahi, menurutnya, memiliki dua pilar utama yang tidak terpisahkan. Pertama, hidup mengandalkan Tuhan sebagai sumber segala kekuatan dan pengharapan. Kedua, berbelas kasih bagi sesama tanpa batas sebagai wujud nyata dari iman yang dihidupi. Keduanya harus berjalan seiring, sebab iman tanpa perbuatan kasih dianggap mati, demikian pula kasih tanpa landasan iman akan kehilangan arah dan tujuan.

Ketua Pengurus K3I menegaskan bahwa spiritualitas ini bukanlah konsep yang abstrak, melainkan sebuah cara hidup yang konkret. “Mengandalkan Tuhan bukan berarti pasif menunggu, tetapi aktif bergerak dengan keyakinan bahwa Tuhan memandu setiap langkah kita. Sementara itu, belas kasih tanpa batas menuntut kita untuk melihat setiap orang sebagai saudara yang layak menerima kasih, tanpa memandang latar belakang, suku, agama, atau kondisi sosial,” jelasnya.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperluas pemahaman umat akan spiritualitas Kerahiman Ilahi, sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk bergabung dalam gerakan K3I yang terus berkembang di berbagai paroki se-Keuskupan Agung Kupang. Lima cara berdevosi Kerahiman Ilahi yakni Menghormati Gambar Kerahiman Ilahi, Pesta Kerahiman Ilahi, Doa Koronka, Jam Kerahiman Ilahi, dan Kerasulan Kerahiman Ilahi (Andalkan Tuhan Yesus & Hidup berbelas kasih)
Salah satu momen yang dapat menginspirasi dalam kegiatan sosialisasi ini adalah testimoni yang disampaikan oleh Ibu Helmi da Silva, sebagai Ketua K3I Paroki Sta. Maria Assumpta. Dengan penuh semangat dan kerendahan hati, Ibu Helmi berbagi pengalaman nyata bagaimana spiritualitas Kerahiman Ilahi terjadi dan menggema di K3I Paroki Assumpta.
Ibu Helmi menjelaskan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh K3I Paroki Sta. Maria Assumpta sebagai wujud implementasi spiritualitas Kerahiman Ilahi. Salah satu program rutin yang menjadi ciri khas komunitas mereka adalah doa dan adorasi bersama yang diadakan setiap minggu I dan minggu III setiap bulan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi anggota komunitas untuk memperdalam hubungan personal dengan Tuhan sekaligus memperkuat persaudaraan antar umat.
“Melalui doa dan adorasi rutin ini, kami merasakan bagaimana kehadiran Tuhan yang penuh kasih mengubah hati kami secara perlahan namun pasti. Kami belajar untuk menyerahkan segala beban kepada-Nya dan sekaligus membuka hati untuk menerima dan menyalurkan kasih-Nya kepada sesama,” ungkap Ibu Helmi dengan nada meyakinkan.
Selain kegiatan spiritual internal, K3I Paroki Sta. Assumpta juga secara aktif melakukan kunjungan ke paroki-paroki lain untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan komunitas K3I antar paroki. Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana evangelisasi, tetapi juga membuka peluang untuk kolaborasi dalam berbagai program sosial.
Kesuksesan pelaksanaan Misa Jumat Pertama dan sosialisasi K3I di Paroki Oeleta tidak terlepas dari partisipasi aktif puluhan umat yang hadir. Umat Paroki Oeleta yang hadir dalam sosialisasi menunjukkan minat untuk bergabung dengan komunitas K3I setelah mendengar penjelasan tentang spiritualitas Kerahiman Ilahi.
Misa jumat pertama dan sosialisasi Kerahiman Ilahi dapat dilaksanakan di Paroki Oeleta atas ijin Pastor Paroki. Ibu Eris Medi yang bertindak sebagai koordinator para devosan di Paroki Oeleta berharap dukungan dari Pastor Moderator dan Pengurus K3I Keuskupan Agung Kupang agar segera terbentuk K3I Paroki Oeleta dan kepengurusannya.
Ke depan, Komunitas K3I Keuskupan Agung Kupang berharap dapat terus mengembangkan jaringannya ke berbagai paroki lain, membawa kabar baik tentang Kerahiman Ilahi kepada lebih banyak umat. Program-program yang sudah berjalan diharapkan dapat terus diperluas, sekaligus mengembangkan inisiatif baru yang responsif terhadap tantangan zaman.
Dalam penegasan akhir sosialisasi Romo Sipri, Moderator Keuskupan Agung Kupang mengajak semua devosan agar bersama dalam mengandalkan Tuhan dan mengajak semakin banyak umat untuk berdevosi kepada Kerahiman Ilahi.

Sebagai penutup, semangat Kerahiman Ilahi yang telah diperkenalkan dan dihayati dalam sosialisasi ini diharapkan dapat terus berkobar di hati setiap umat, menjadi kompas yang menuntun langkah mereka dalam perjalanan iman sehari-hari, serta inspirasi untuk terus melayani sesama dengan kasih tanpa syarat, sebagaimana Yesus telah mengasihi kita semua.
