11 Imam Baru Ditahbiskan di Keuskupan Agung Kupang, Uskup Tekankan Imamat sebagai Pelayanan Rendah Hati
Kupang, 6 Januari 2026 — Keuskupan Agung Kupang kembali dianugerahi rahmat besar dengan ditahbiskannya sebelas imam baru dalam Perayaan Ekaristi Pentahbisan Imam yang berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026. Tahbisan ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, bertempat di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang.
Misa pentahbisan dimulai tepat pukul 09.00 WITA dan dihadiri oleh para imam dari berbagai paroki, stasi, dan kuasi paroki di seluruh wilayah Keuskupan Agung Kupang. Ribuan umat memadati Katedral Kristus Raja Kupang, tidak hanya berasal dari paroki katedral, tetapi juga dari berbagai paroki dan wilayah sekitar Kota Kupang.
Perayaan Ekaristi berlangsung selama kurang lebih empat jam dalam suasana yang sangat meriah, khidmat, dan penuh sukacita. Nuansa budaya lokal Timor begitu kental terasa melalui lagu-lagu liturgi bernuansa adat yang mengiringi seluruh rangkaian perayaan.
Imamat adalah Pelayanan, Bukan Prestise
Dalam homilinya, Mgr. Hironimus Pakaenoni menegaskan bahwa imamat bukanlah sebuah kehormatan atau prestise, apalagi sarana kekuasaan dan dominasi, melainkan panggilan untuk melayani dengan rendah hati.
“Sebagaimana dalam Perjamuan Malam Terakhir, Yesus sendiri yang mentahbiskan para rasul. Imamat bukanlah soal kehormatan atau prestise, bukan pula soal kekuasaan dan dominasi, melainkan tentang pelayanan yang rendah hati,” tegas Uskup Agung Kupang.
Ia menambahkan bahwa jabatan imamat bertujuan untuk melayani imamat umum semua orang beriman yang telah menerima sakramen baptis.
“Imamat adalah jabatan yang bertujuan untuk melayani imamat umum semua orang beriman yang sudah dibaptis,” tambahnya.
Uskup Hironimus juga mengajak para imam baru untuk meneladani Yesus yang membasuh kaki para murid sebagai tanda kerendahan hati dan kerinduan untuk melayani umat-Nya tanpa syarat.
Prosesi Tahbisan yang Sakral dan Penuh Makna
Sebelas calon imam menjalani prosesi tahbisan yang panjang dan sarat makna, dimulai dari pemanggilan nama satu per satu sebelum homili. Setiap calon imam maju dan menjawab dengan tegas, “Saya hadir.”

Para calon imam kemudian menyatakan kesediaan mereka untuk menekuni tugas imamat sebagai rekan kerja sejati para uskup dalam menggembalakan umat Allah. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, mereka menyatakan kesediaan untuk mempersembahkan hidup sepenuhnya bagi Tuhan dan Gereja.
Prosesi dilanjutkan dengan janji ketaatan kepada Uskup, yang diungkapkan dengan berlutut dan meletakkan tangan di tangan Uskup yang menahbiskan. Setelah itu, para calon imam melakukan sujud (tiarap) di depan altar saat Litani Para Kudus dilantunkan. Seluruh umat berlutut dan berdoa agar para calon imam menerima rahmat dan kekuatan dari Tuhan.
Penumpangan tangan oleh Uskup Agung Kupang menjadi inti tahbisan, yang kemudian diikuti penumpangan tangan oleh para imam yang hadir. Setelah itu, para imam baru dikenakan stola dan kasula oleh Uskup Agung Kupang bersama Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, dan Pater Dodi Sasi.
Stola dan kasula yang dikenakan menampilkan ragam motif adat dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, memperlihatkan kekayaan budaya yang berpadu harmonis dengan perayaan liturgi Gereja.
Prosesi dilanjutkan dengan pengurapan tangan para imam baru menggunakan minyak krisma suci. Usai pengurapan, para imam baru berdiri menghadap altar dan umat, disambut dengan tepuk tangan meriah dan salam persaudaraan dari para imam lainnya.

Langsung Diutus ke Tempat Tugas
Usai tahbisan, para imam baru langsung menerima penugasan resmi. Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Erick Fkun, membacakan berita acara pentahbisan sekaligus mengumumkan penempatan tugas masing-masing imam.
Berikut daftar imam baru beserta tempat penugasannya:
-
RD. Agustinus Rechtsanyo Wenger – Paroki Santo Stefanus Noehaen, Kabupaten Kupang
-
RD. Alfonsus Ligori Tafuli – Paroki Santa Maria Immaculata Kapan, Kabupaten TTS
-
RD. Andronikus Possenti Bouk – Paroki Santa Maria dari Gunung Karmel Tumu, Kabupaten TTS
-
RD. Christian Dominicus Juang Sogen – Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi, Kota Kupang
-
RD. Desiderius Mikhael Taena – Paroki Santo Yohanes Helangdohi, Kabupaten Alor
-
RD. Januario Elfrem Namal – Komisi PSE Keuskupan Agung Kupang, berdomisili di Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui
-
RD. Emilius Mario Mara Owa – Paroki Santa Maria Mater Dei Oepoli, Kabupaten Kupang
-
RD. Klaudius Adi Bay Riang Hepat – Paroki Santo Paulus Oilansi, Kabupaten Kupang
-
RD. Petrus Krisologus Taitoh – Misi di Keuskupan Manokwari–Sorong
-
RD. Edmario da Cunha – Paroki Hati Tersuci Maria Oe Ekam, Kabupaten TTS
-
RD. Martinus Rudolfus Laga Wawin – Paroki Santa Maria Bunda Orang Miskin Noelmina, Kabupaten Kupang
Saat penugasan diumumkan, sorak sukacita dan tepuk tangan meriah menggema di dalam gereja. Penugasan khusus RD. Petrus Krisologus Taitoh ke Keuskupan Manokwari–Sorong sempat mengejutkan umat. Menanggapi hal tersebut, Uskup Hironimus menjelaskan dengan nada bersahabat bahwa penugasan tersebut bersifat misi selama tiga tahun.
“Untuk Romo Taitoh ke Keuskupan Sorong-Manokwari dengan kontrak tiga tahun saja, bukan untuk selama-lamanya di Sorong,” ujar Uskup sambil berseloroh, yang disambut tawa umat.
Momen Haru Pemberkatan Orang Tua
Suasana penuh haru terjadi di penghujung misa saat para imam baru maju bersama orang tua masing-masing. Dengan penuh bakti, para imam baru menumpangkan tangan dan mendoakan kedua orang tua mereka sebagai ungkapan terima kasih atas cinta, pengorbanan, dan doa yang mengantar mereka hingga ke tahbisan imamat.

Dalam doa yang dipanjatkan, para imam baru memohon berkat Tuhan bagi orang tua yang masih hidup maupun yang telah berpulang.
“Semoga dengan peletakan tangan ini dan doa restu Bunda Maria serta para kudus, Bapa dan Mama senantiasa dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah Yang Mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus,” doa salah satu imam baru.
Air mata haru mengalir saat para imam mencium tangan dan memeluk orang tua mereka. Momen mengharukan ini disambut tepuk tangan panjang dari umat dan para tamu undangan, menutup perayaan tahbisan dengan rasa syukur dan sukacita mendalam.


