Paroki Santo Yosef Naikoten Teguhkan Keharmonisan Keluarga Melalui Seminar Komunikasi
Kupang, 31 Juli 2026 – Komunikasi yang baik menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis. Berangkat dari keyakinan bahwa keluarga adalah “gereja kecil” tempat iman bertumbuh dan karakter anak dibentuk, Paroki Santo Yosef Naikoten menyelenggarakan Seminar Keluarga Katolik bertema “Komunikasi Keluarga adalah Bentuk Nyata Keharmonisan” di Aula Santo Blasius, Paroki Santo Yosef Naikoten, Kupang.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pastoral Paroki melalui Bidang Kerasulan Keluarga ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Kupang (MUSPAS KAK) Tahun 2025. Seminar bertujuan membekali keluarga-keluarga Katolik agar mampu membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan penuh kasih sebagai dasar terciptanya kehidupan keluarga yang harmonis.
Seminar dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pusat Pastoral Keuskupan Agung Kupang, RD. Fransiskus Paut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Gereja Keuskupan Agung Kupang menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan iman, pembentukan karakter anak, serta tempat nilai-nilai Kristiani diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan narasumber dari bidang psikologi dan pendampingan keluarga. Abdy Keraf, psikolog sekaligus pemerhati kesehatan mental keluarga dan Ketua Komisi dalam Dewan Pastoral Paroki Santo Yosef Naikoten, membawakan materi bertajuk Orang Tua, Pendidik Komunikasi yang Hebat. Sementara itu, Vinsen Boyani dan Paula Rita dari komunitas Marriage Encounter Keuskupan Agung Kupang berbagi pengalaman serta langkah-langkah praktis membangun komunikasi yang efektif dalam kehidupan rumah tangga.

Peserta seminar berasal dari berbagai kelompok, mulai dari calon pasangan suami istri yang sedang mempersiapkan perkawinan, pasangan dengan usia perkawinan di bawah sepuluh tahun, hingga pasangan yang telah membangun keluarga lebih dari sepuluh tahun. Keberagaman peserta menghadirkan suasana belajar yang kaya melalui pertukaran pengalaman dan refleksi kehidupan berkeluarga.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan mengenai tantangan komunikasi antara suami dan istri, pola komunikasi dengan anak, hingga cara menyelesaikan konflik dalam keluarga menjadi bahan diskusi yang hidup. Tidak sedikit peserta yang juga membagikan pengalaman pribadi sebagai inspirasi bagi keluarga lainnya.
Pastor Paroki Santo Yosef Naikoten, RD. Yohanes Russae, menutup kegiatan dengan mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama seminar, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, komunikasi yang dilandasi kasih, saling menghargai, dan kesediaan untuk mendengarkan merupakan kunci terciptanya keluarga yang damai serta menjadi kesaksian iman di tengah masyarakat.

Seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Melalui kegiatan ini, Paroki Santo Yosef Naikoten berharap setiap keluarga semakin menyadari bahwa komunikasi bukan sekadar sarana bertukar kata, melainkan wujud nyata kasih, kebersamaan, dan keharmonisan yang menjadikan keluarga sebagai gereja kecil yang hidup serta menjadi berkat bagi Gereja dan masyarakat. (**Valen Keyn)



