Temu UNIO Keuskupan Agung Kupang di Oepoli Perkuat Semangat Kebersamaan dan Persaudaraan Imam
Oepoli, 16 Juni 2026 – Temu UNIO Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang berlangsung pada 15–17 Juni 2026 di Paroki Santa Maria Mater Dei Oepoli menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, memperdalam spiritualitas, dan memperkuat semangat pelayanan para imam projo Keuskupan Agung Kupang.
Kedatangan para imam di Oepoli pada Senin (15/6) disambut dengan meriah oleh umat Paroki Santa Maria Mater Dei Oepoli. Prosesi penyambutan diawali dengan natoni, tradisi adat khas Timor yang sarat makna penghormatan dan penerimaan, dilanjutkan dengan pengalungan kepada Ketua UNIO, para perwakilan Vikariat Episkopal (Vikep), serta Romo Sekretaris Keuskupan Agung Kupang.
Suasana semakin semarak dengan penampilan drumband dari SMPK Santo Daniel Oepoli yang mengiringi rangkaian penyambutan. Kehangatan umat semakin terasa ketika para imam kemudian dibagi ke dalam keluarga-keluarga umat untuk menginap selama kegiatan berlangsung. Pola tinggal bersama umat ini menjadi kesempatan berharga untuk membangun kedekatan dan mempererat hubungan antara imam dan umat.

Selama tiga hari pelaksanaan temu UNIO, berbagai kegiatan dilaksanakan. Salah satu agenda utama adalah rekoleksi bersama para imam projo KAK yang dibawakan oleh Romo Gino Tukan. Selain itu, para imam juga mengikuti sesi sharing pastoral, yang menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman pelayanan, tantangan, dan harapan dalam karya kegembalaan di berbagai paroki. Kebersamaan juga dibangun melalui kegiatan olahraga, termasuk pertandingan sepak bola yang berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan dan sukacita.

Dalam rekoleksi yang dibawakan, Romo Gino Tukan mengajak para imam untuk merefleksikan kembali makna perutusan dan kebersamaan dalam hidup imamat. Ia menegaskan bahwa pelayanan Gereja tidak pernah dirancang untuk dijalani seorang diri.
“Pelayanan tidak dirancang untuk dijalani sendirian. Yesus sendiri mengutus para murid-Nya berdua-dua. Ini menunjukkan bahwa perutusan selalu memiliki dimensi kebersamaan,” ungkapnya.
Romo Gino juga menekankan bahwa hakikat Gereja adalah komunio, sehingga pelayanan pastoral mesti dijalankan dalam kerja sama dan persaudaraan dengan sesama imam maupun seluruh umat Allah. Menurutnya, perutusan yang dilaksanakan dalam kebersamaan memperoleh kekuatan dari otoritas yang diberikan oleh Kristus sendiri kepada Gereja-Nya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koinonia atau persekutuan Gereja jauh lebih mendalam daripada sekadar kebersamaan biasa. Koinonia mengandaikan keterlibatan hidup, kesediaan untuk hadir satu bagi yang lain, serta komitmen untuk berjalan bersama dalam suka dan duka pelayanan.

Mengutip nasihat Rasul Paulus, Romo Gino mengingatkan para imam untuk terus memelihara semangat saling mendukung dalam menjalankan tugas perutusan.
“Bertolong-tolonglah kamu dalam menanggung bebanmu,” katanya. “Kita dipanggil untuk saling menopang dan saling meneguhkan. Menanggung beban sesama merupakan cara nyata kita berpartisipasi dalam kasih Kristus yang mencintai dunia.”

Temu UNIO Keuskupan Agung Kupang di Oepoli ini menjadi kesempatan berharga bagi para imam projo untuk memperbarui semangat panggilan, mempererat persaudaraan imamat, serta meneguhkan komitmen bersama dalam mewartakan Injil di tengah umat. Kebersamaan yang terbangun selama tiga hari kegiatan diharapkan semakin memperkuat kesatuan para imam dalam menjalankan pelayanan pastoral demi pertumbuhan Gereja dan kesejahteraan umat Allah di Keuskupan Agung Kupang.


