Kamis, Februari 19, 2026
Suara Gembala

Aksi Puasa Pembangunan: Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2026
USKUP AGUNG KUPANG

Saudara-saudari, umat Allah se-Keuskupan Agung Kupang yang terkasih. Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Memasuki masa Prapaskah tahun ini, Gereja kembali mengundang kita untuk berjalan bersama dalam semangat doa, puasa, dan amal kasih (Bdk. Mat 6:1-18). Masa rahmat ini adalah kesempatan untuk memperbarui hidup, memperdalam pertobatan, berbalik kepada Tuhan (Bdk.Yoel 2:12-13), serta meneguhkan kembali panggilan kita sebagai murid-murid Kristus yang diutus (Bdk. Mrk 6:6b-13).

Tema APP kita tahun ini, “Aksi Puasa Pembangunan: Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan,” mengajak kita untuk tidak berhenti pada praktik kesalehan pribadi, tetapi bergerak bersama sebagai Gereja yang hidup, solider, dan misioner.

Sejak dahulu, Aksi Puasa Pembangunan (APP) menjadi ciri khas perjalanan iman umat Katolik di Indonesia. APP bukan sekadar pengumpulan dana, melainkan ungkapan iman yang nyata dalam tindakan kasih dan solidaritas. Puasa yang kita jalani hendaknya membuka mata dan hati kita terhadap saudara-saudari yang miskin, lemah, tersingkir, dan menderita, termasuk para korban bencana alam maupun sosial. Ketika berbicara tentang kesalehan yang palsu dan yang sejati, nabi Yesaya berkata, “Berpuasa yang Kukehendaki ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri” (Yes 58: 6-7).

Paus Fransiskus dalam Seruan Apostoliknya Evangelii Gaudium, antara lain menegaskan bahwa “Gereja dipanggil untuk keluar dari dirinya sendiri dan menjadi ‘Gereja yang bergerak’, Gereja yang pergi ke pinggiran, menyapa mereka yang terlupakan, dan merangkul mereka yang terluka” (Lih. EG. 49). Kata-kata ini meneguhkan kita bahwa pertobatan sejati selalu berbuah dalam perutusan. Gereja hidup tidak untuk dirinya sendiri, tetapi untuk dunia. Karena itu, “Setiap orang Kristiani dan setiap komunitas dipanggil untuk menjadi sarana Allah bagi pembebasan dan pemajuan kaum miskin” (EG, 187). Semangat ini sejalan dengan arah pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang secara konsisten menempatkan APP sebagai sarana pendidikan iman dan solidaritas sosial umat. APP adalah wujud nyata Gereja yang berpihak pada mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Tidak dapat disangkal bahwa realitas di sekitar kita masih saja ditandai oleh berbagai tantangan: kemiskinan dan ketimpangan ekonomi; perdagangan orang dan migrasi tenaga kerja yang rentan; kekerasan publik dan domestik, teristimewa terhadap anak-anak dan kaum wanita; ‘pergaulan bebas’ remaja dan kaum muda dengan segala dampaknya yang memprihatikan; akses pendidikan dan kesehatan yang belum merata; arus individualisme yang semakin menguat; krisis ekologis yang berdampak pada kekeringan akibat kemarau panjang, kekurangan air bersih, lemahnya ketahanan pangan dan sanitasi masyarakat.

Dalam situasi ini, Gereja dipanggil untuk menjadi tanda pengharapan, sebagaimana diamanatkan Konstitusi Pastoral tentang Gereja Dalam Dunia Dewasa Ini: “Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan manusia zaman ini, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, adalah kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga” (GS, 1). Ajaran Konsili ini menegaskan bahwa Gereja tidak terpisah dari realitas dunia, tetapi Gereja justru hadir di tengah pergumulan masyarakat untuk membawa terang Injil dan pengharapan. Dalam hal ini, pengharapan Kristiani bukanlah sekadar optimisme kosong, melainkan keyakinan teguh bahwa Tuhan senantiasa berkarya dalam sejarah: “Pengharapan itu tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus” (Rm 5:5).

Kita menghadirkan pengharapan melalui tindakan konkret, antara lain dengan: membantu keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi; mendukung pendidikan anak-anak dan kaum muda; merawat lingkungan hidup sebagai rumah kita bersama; dan membangun persaudaraan lintas agama dan budaya. Dengan demikian, APP menjadi gerakan misioner yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan. Dalam hal ini, APP bukan sekadar aksi sosial-karitatif, melainkan proses pendidikan iman menuju transformasi sosial.

Kita juga dipanggil untuk membangun Gereja yang semakin sinodal: berjalan bersama, saling mendengarkan, dan bekerja bersama. Setiap paroki, komunitas basis gerejawi, dan keluarga-keluarga Kristiani hendaknya menjadi pusat misi yang hidup. Dalam hal ini, gerakan misioner bukan hanya tugas para imam atau biarawan-biarawati, tetapi panggilan seluruh umat Allah. Keluarga-keluarga dipanggil untuk menjadi Gereja rumah tangga; kaum muda menjadi pelopor perubahan; dan para pemimpin umat serta masyarakat menjadi saksi-saksi integritas dan pelayanan.

Pada masa Prapaskah ini, saya mengajak seluruh umat untuk: mengikuti kegiatan APP di paroki, lingkungan, dan kelompok-kelompok basis dengan penuh tanggung jawab; menghidupi semangat tobat dan rekonsiliasi melalui penerimaan Sakramen Tobat; meningkatkan doa pribadi dan doa keluarga; serta menggalang aksi solidaritas nyata bagi yang membutuhkan. Semoga Masa Prapaskah ini sungguh menjadi perjalanan rohani yang membaharui, sehingga pada perayaan Paskah nanti, kita boleh bangkit bersama Kristus sebagai Gereja yang semakin misioner dan penuh pengharapan.

Kita serahkan seluruh ziarah rohani kita selama masa Prapaskah ini kepada Santa Perawan Maria, Bunda Pengharapan. Semoga oleh doa-doa dan pengantaraannya, Tuhan memberkati setiap niat baik dan usaha kita dalam mewujudkan Aksi Puasa Pembangunan sebagai gerakan misioner Gereja dalam menghadirkan pengharapan di tengah dunia kita dewasa ini.

 

Kupang, 14 Februari 2026.
Salam dan Berkat,

Mgr. Hironimus Pakaenoni
Uskup Agung Kupang

 

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *