Uskup Agung Kupang Terbitkan Surat Gembala Prapaskah 2026: APP sebagai Gerakan Misioner Pembawa Pengharapan
Kupang, 14 Februari 2026 – Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menerbitkan Surat Gembala Masa Prapaskah 2026 yang mengangkat tema “Aksi Puasa Pembangunan: Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan.” Surat yang ditandatangani di Kupang pada 14 Februari 2026 ini ditujukan kepada seluruh umat Allah di wilayah Keuskupan Agung Kupang.
Dalam suratnya, Uskup mengajak umat memasuki Masa Prapaskah dengan semangat doa, puasa, dan amal kasih sebagai jalan pembaruan hidup dan pertobatan sejati. Ia menegaskan bahwa Aksi Puasa Pembangunan (APP) tidak boleh dipahami sekadar sebagai pengumpulan dana, melainkan sebagai wujud nyata iman yang berbuah dalam solidaritas dan keberpihakan kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan menderita.
Mengutip ajakan Gereja universal, termasuk semangat Seruan Apostolik Evangelii Gaudium dari Paus Fransiskus, Uskup menekankan bahwa Gereja dipanggil untuk “keluar” dan menjadi Gereja yang bergerak, menyapa mereka yang berada di pinggiran kehidupan. Pertobatan sejati, tegasnya, harus bermuara pada perutusan dan tindakan konkret.
Uskup juga menyoroti berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, perdagangan orang, kekerasan terhadap perempuan dan anak, krisis ekologis, serta lemahnya akses pendidikan dan kesehatan. Dalam konteks tersebut, Gereja dipanggil menjadi tanda pengharapan, menghadirkan terang Injil di tengah situasi yang penuh pergumulan.
Melalui APP, umat diajak untuk terlibat aktif dalam membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, mendukung pendidikan anak dan kaum muda, merawat lingkungan hidup, serta membangun persaudaraan lintas agama dan budaya. APP dipahami bukan hanya sebagai aksi sosial-karitatif, tetapi juga sebagai proses pendidikan iman menuju transformasi sosial.
Lebih lanjut, Uskup Agung Kupang menggarisbawahi pentingnya semangat sinodal: berjalan bersama, saling mendengarkan, dan bekerja sama dalam perutusan. Ia mengajak setiap paroki, komunitas basis gerejawi, dan keluarga Kristiani untuk menjadi pusat misi yang hidup. Kaum muda didorong menjadi pelopor perubahan, sementara para pemimpin umat diharapkan menjadi saksi integritas dan pelayanan.
Menutup surat gembalanya, Uskup mengimbau seluruh umat untuk mengikuti kegiatan APP dengan penuh tanggung jawab, menghidupi Sakramen Tobat, memperdalam doa pribadi dan keluarga, serta menggalang aksi solidaritas nyata. Ia berharap Masa Prapaskah menjadi perjalanan rohani yang membaharui, sehingga umat dapat merayakan Paskah sebagai Gereja yang semakin misioner dan penuh pengharapan.
