Menyongsong Hari Minggu Sabda Allah, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang Gelar Sosialisasi Alkitab TB2 dan Pelatihan Lectio Divina di Tesbatan
Tesbatan, 24 Januari 2026 – Dalam rangka menyongsong Hari Minggu Sabda Allah yang dirayakan pada Minggu, 25 Januari 2026, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang menggelar kegiatan Sosialisasi Alkitab Deuterokanonika Terjemahan Baru Kedua (TB2) dan Pelatihan Lectio Divina bersama umat di Stasi St. Petrus Tesbatan, Paroki Buraen.
Rombongan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang yang dipimpin oleh Ketua Komisi, RD. Siprianus S. Senda, bersama 14 anggota tim relawan Kitab Suci, berangkat menuju Tesbatan sejak Sabtu siang. Perjalanan darat selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit berlangsung lancar dengan cuaca cerah. Tepat pukul 14.30 WITA, rombongan tiba di Kapela Stasi Tesbatan.
Kehadiran rombongan disambut dengan penuh sukacita oleh umat setempat. Halaman kapela tampak ramai oleh kehadiran umat Stasi Tesbatan bersama umat dari tiga kapela di sekitarnya, yakni Kapela Binoni, Apren, dan Ponain, yang tergabung dalam Wilayah Biaptepo. Sambutan resmi disampaikan oleh tokoh umat, Bapak Aloysius, dan semakin semarak dengan penampilan tarian adat sirih pinang oleh kelompok Sekami Stasi Tesbatan. Sebagai ungkapan penghormatan, perwakilan rombongan Komisi Kitab Suci dikalungkan selendang oleh umat setempat.
Rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 15.00 WITA dengan doa Koronka Kerahiman Ilahi yang dilantunkan bersama oleh rombongan dan umat sebagai pembuka kegiatan.

Dalam sambutan pembuka, RD. Budi Lelang Aya, pastor rekan Paroki Buraen yang bertugas di Stasi Tesbatan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Komisi Kitab Suci dan seluruh umat yang hadir. Romo Budi menyambut baik kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya Kitab Suci dalam kehidupan iman umat Katolik.
“Kegiatan ini sangat baik, karena berbicara tentang Kitab Suci berarti kita berbicara tentang salah satu pilar iman Gereja Katolik. Saya berharap umat terlibat aktif dan semakin akrab dengan Sabda Tuhan serta menjadikannya pedoman hidup sehari-hari,” ujar Romo Budi, sekaligus membuka secara resmi kegiatan sore itu.
Peserta kegiatan terdiri atas pengurus Dewan Pastoral Stasi (DPS) serta umat dari keempat kapela dalam Wilayah Biaptepo. Lebih dari 50 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Turut hadir pula dua frater tingkat V dari Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui, yakni Fr. Rey Asuat dan Fr. Yansen.
Materi pertama berupa Sosialisasi Alkitab Deuterokanonika TB2 disampaikan oleh Evi Lemba. Dalam pemaparannya, Evi menjelaskan latar belakang revisi Alkitab dari Terjemahan Baru Pertama (TB1) ke Terjemahan Baru Kedua (TB2), serta menegaskan kembali keberadaan tujuh kitab Deuterokanonika sebagai bagian integral dari Kitab Suci Gereja Katolik. Penegasan ini menjadi penting mengingat umat di wilayah Tesbatan hidup berdampingan dengan umat dari denominasi gereja lain yang tidak mengakui kitab-kitab Deuterokanonika.
Berbagai pertanyaan dari umat dijawab dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami. RD. Siprianus S. Senda turut memberikan penegasan dan kesimpulan, khususnya terkait pemahaman Alkitab TB2. Romo Sipri menekankan bahwa revisi TB2 bukanlah perubahan isi Kitab Suci, melainkan pembaruan bahasa Indonesia agar terhindar dari bias makna dan semakin setia pada teks aslinya.

Sesi kedua diisi dengan Pelatihan Lectio Divina yang dipandu oleh Magdalena Hokor. Peserta terlebih dahulu diperkenalkan pada tahapan Lectio Divina, yaitu Lectio (membaca), Meditatio (merenungkan), Contemplatio (pendalaman/penghayatan), Oratio (doa), dan Actio (aksi nyata). Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan teks Injil Lukas 5:1–11 tentang panggilan murid-murid pertama untuk menjadi penjala manusia.
Antusiasme peserta terlihat jelas meskipun kegiatan berlangsung hingga menjelang malam. Pada tahap Lectio, peserta diajak menggali teks Kitab Suci melalui pertanyaan sederhana dengan metode 5W+1H. Pada tahap Meditatio, beberapa peserta, termasuk Bapak Yuven dan dua orang ibu, berbagi pesan Sabda yang menyentuh kehidupan mereka.
Pelatihan Lectio Divina yang berlangsung hampir dua jam tersebut dirasakan sangat bermakna dan tidak membosankan. Diskusi yang hidup serta keterlibatan aktif peserta memperkaya pemahaman bersama akan Sabda Tuhan.
“Ini hal baru bagi kami dan sangat membantu. Cara sederhana seperti ini akan kami gunakan dalam proses katekese selanjutnya,” ungkap Ketua KBG 1 Stasi Tesbatan.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang untuk memperkenalkan dan memperluas penggunaan Alkitab Deuterokanonika TB2 di seluruh paroki, khususnya di wilayah-wilayah pedesaan. Dalam kesempatan tersebut, tim relawan juga mendistribusikan Alkitab TB2 dengan harga subsidi, yang disambut antusias oleh umat.
Suasana kekeluargaan dan relasi yang akrab antara peserta dan tim relawan mewarnai keseluruhan kegiatan. Rangkaian acara ditutup dengan ibadat Taizé bersama. Sabda Tuhan yang dibaca dan direnungkan bersama menjadi sumber penguatan iman, dengan harapan agar Sabda Tuhan terus hidup dan diperdengarkan dari rumah ke rumah di seluruh Wilayah Biaptepo, Paroki Buraen. (Chia Huky)
