Senin, Maret 2, 2026
Berita

Komisi Kitab Suci KAK Gelar Sosialisasi Alkitab Deuterokanonika TB2 Di Kapela Tenau

Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di kapela Sta. Theresia Kanak-kanak Yesus Tenau, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang terdiri dari sembilan orang relawan Komisi KS KAK, menggelar Sosialisasi Alkitab Deuterokanonika Terjemahan Baru 2 (TB2). Sosialisasi ini melibatkan semua umat stasi Tenau yang terdiri dari tujuh Kelompok Umat Basis (KUB) yang tersebar di wilayah Tenau, kecamatan Alak. Stasi Tenau sendiri masuk dalam wilayah paroki St. Gregorius Agung Oeleta, Keuskupang Agung Kupang.

Sosialisasi kerahiman ilahi

Rangkaian kegiatan sosialisasi dibuka dengan Rosario Kerahiman Ilahi atau Koronka bersama Umat. Doa singkat dari Devosi Kerahiman Ilahi ini berkumandang indah dalam ruang kapela. _“Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasihMu kepada kami dan seluruh dunia”._ Semua umat yang hadir khusyuk dalam koronka yang berlangsung kurang lebih 20 menit tersebut.

Bapak Sebastianus Latu dalam sambutan pembuka mengucapkan terima kasih kepada Komisi KS KAK yang bersedia hadir memberikan sosialisasi alkitab deuterokanonika TB2 di stasi Tenau. Ia mengajak semua umat stasi Tenau untuk mengambil bagian dan tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. “Tentang Kitab suci kita semua sudah tahu, tetapi yang TB 2 ini kita harus berpartisipasi aktif untuk mengikuti kegiatan ini agar kita bisa tahu apa yang dimaksudkan dengan alkitab deuterokanonika TB2”, ujarnya.

Materi sosialisasi dipaparkan oleh Evi Lemba dengan menjelaskan alasan mengapa direvisi dan beberapa contoh kata atau kalimat yang direvisi, dari alkitab deuterokanonika TB1 ke TB2. Evi Lemba juga menguraikan dengan lebih detail tujuh kitab yang terdapat dalam kelompok kitab-kitab deuterokanonika, yakni Tobit, Yudit, Kebijaksanaan Salomo, Putra Sirakh, Barukh, 1 Makabe, 2 Makabe.

Lebih dari tiga puluh umat yang hadir mengikuti sosialisasi dengan penuh semangat. Semangat ini terlihat dari antusias peserta yang hadir untuk mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah seputar kitab-kitab deuterokanonika yang hanya digunakan oleh umat Katolik. Selain itu, tak sedikit dari peserta yang hadir juga mengakui bahwa memang selama ini mereka tidak terlalu akrab dengan kitab suci, karena menganggap bahwa membaca kitab suci adalah tugas dari para imam, biarawan/wati. Awam hanya mendengar dan tidak perlu mengetahui banyak.

Kategori OMK peserta sosialisasi

Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan tenang dan jelas oleh Evi Lemba. Di akhir pemaparan materi, Evi Lemba mengajak umat untuk mengakrabkan diri dengan kitab suci. “Mari kita mulai membaca kitab suci dari sekarang. Karena kalau tidak baca kitab suci, bagaimana kita bisa mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan pada kita? Kitab suci mengajarkan kita banyak hal. Dan ingatlah selalu bahwa kitab suci adalah salah satu dasar iman orang Katolik”, tegas Evi.

Selain sosialisasi alkitab deuterokanonika TB2, tim dari Komisi KS KAK juga mengajak umat untuk pelatihan Lectio Divina (LD). Umat diajak untuk mengenal dasar-dasar lectio divina dalam membaca dan merenungkan kitab suci. Dipandu oleh Magdalena Hokor, semua umat yang hadir mengikuti pelatihan LD. Ada lima tahapan dalam LD, _lectio, meditatio, oratio, contemplatio dan actio.

Antusias umat bertanya

Antusias peserta terlihat pada pendalaman teks di tahap lectio. Rumus 5W + 1H _(who, what, where,when,why, how)_ ampuh membangkitkan semangat peserta untuk mendalami teks. Teks Zakheus dari Lukas 19:1-10 menjadi teks yang menarik dan kaya makna. Di akhir pelatihan, empat peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pesan sabda dari teks. Masing-masing peserta membagikan pengalaman sentuhan sabda selama proses latihan. Sharing sentuhan sabda yang dibagikan oleh keempat peserta menjadi penguat dan peneguh bagi peserta lain yang hadir.

Keseruan kelompok sekami

Kegiatan lain yang dilakukan Tim Relawan Komisi KS adalah dinamika bersama sekami, sosialisasi kerahiman ilahi, ibadat taize dan pendistribusian Alkitab Deuterokanonika TB2 dengan harga subsidi LBI. Beberapa doorprize berupa alkitab dan buku rohani, membuat suasana menjadi lebih hidup. Romo Jefri, pastor rekan paroki Oeleta yang bertugas melayani di stasi tenau, tampak hadir dari awal kegiatan sampai selesai. Beliau mengapresiasi kegiatan dari komisi KS KAK dan berharap agar setelah kegiatan ini, umat stasi Tenau lebih rajin mencintai KS dan belajar untuk mempraktekkan lectio divina. “Lectio divina adalah metode pendalaman yang membantu kita untuk memahami sabda Tuhan. Rumus 5W + 1H jika dipraktekkan dalam membaca teks kitab suci, maka semua umat bisa membuat renungan sendiri atas teks kitab suci yang dibacakan”, ungkap Romo Jefri membakar semangat umat yang hadir.

Suasana ibadat Taize

Rangkaian kegiatan yang berlangsung kurang lebih enam jam tersebut membawa sukacita bagi semua yang hadir. Umat dipenuhi dengan sukacita akan sentuhan sabda, juga sukacita kebersamaan yang membawa sesuatu yang baru bagi pertumbuhan iman umat, khususnya di stasi tenau. Semoga rangkaian kegiatan sosialisasi membawa perubahan pada pengetahuan umat akan pentingnya kitab suci dalam hidup seorang Katolik dan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada kitab suci.

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *