Minggu, Maret 1, 2026
Berita

KUB St. Paulus Rasul-Stasi Kaniti, Gelar Katekese APP Pertemuan I

Kaniti – Jumat, 27 Februari 2026 – Bertempat di rumah Ketua KUB St. Paulus Rasul Kaniti, Bapak Paulus Lokang, umat menggelar katekese APP Pertemuan I, dengan tema _Doa Sebagai Sumber Gerakan Aksi Puasa Pembangunan Dalam Bermisi._ Katekese difasilitasi oleh Sr. Hana, ASP.

Di awal Katekese, Sr. Hana menjelaskan tema umum dari katekese APP tahun 2026 yakni _APP, Gerakan Misioner Gereja Dalam Menghadirkan Pengharapan._ Gereja kembali menghadirkan pengharapan bagi orang-orang di sekitarnya, dengan melaksanakan gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP). Gereja berharap, umat sebagai anggota gereja juga harus mampu menghadirkan pengharapan bagi sesama melalui gerakan kecil atau aksi nyata yang membangun.

Katekese berlangsung kurang lebih 1 jam 15 menit, dengan partisipasi aktif dari 14 peserta yang hadir. Setelah pembacaan teks yang diambil dari Kisah Para Rasul tentang pengutusan Barnabas dan Saulus (Kis.12:24-13:3), peserta diminta untuk memilih ayat yang menyentuh dan membagikan pengalaman iman terkait teks yang dibacakan.

Peserta yang hadir antusias berbagi pengalaman iman, terkait doa, juga puasa dan pantang. Kurang lebih tujuh peserta mewakili untuk berbagi pengalaman. Diantaranya ada bapak Ndaeng Benyamin yang dalam sharingnya mengajak peserta yang hadir untuk melakukan puasa tidak hanya sebatas makan dan minum saja. “Kita tidak harus puasa makan dan minum, tapi puasa untuk tidur sampai siang dan memilih untuk mengikuti misa pagi adalah salah satu bentuk aksi nyata, sederhana tapi mampu mengubah hidup kita”, ungkapnya. Di sisi lain, Ibu Welmince membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Sejak diberlakukan misa harian di Stasi St. Markus Kaniti sejak 16 Februari 2026, dia mengalami perubahan dalam rumah tangganya. “Saya sendiri tidak rajin misa pagi. Tapi suami saya hampir tiap hari ikut misa pagi. Saya melihat perubahan besar dari suami saya yang sebelumnya bangun pagi harus dibangunkan, tetapi sejak ada misa pagi di stasi, suami saya selalu bangun lebih pagi tanpa saya bangunkan”, ujarnya sambil tersenyum bahagia. Ia pun menambahkan terkait kuasa doa yang dialami dalam kisah-kisah sederhana sehari-hari, doa memiliki kekuatan untuk membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sr. Hana mengakhiri sesi sharing dengan membuat kesimpulan bagaimana Kasih Tuhan menyata dalam hidup umatNya, terutama umat yang selalu mengutamakan doa dalam hidup hariannya.

Katekese diakhiri dengan merencanakan aksi nyata yang akan dilaksanakan secara individu yakni berdoa bagi karya misi gereja, bagi para misionaris khususnya yang berkarya di daerah-daerah sulit dan bagi para imam yang sedang mengalami krisis panggilan. Semua peserta pulang dengan membawa pesan sabda terkait pentingnya hidup doa dalam perutusan masing-masing, baik di dalam keluarga, komunitas dan masyarakat luas. (Magdalena Hokor)

Bagikan ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *