Katekese APP 2025: KUB Sto. Mikhael Malaikat Agung Bahas Doa Sebagai Sumber Gerakan APP Dalam Bermisi
Kupang, 27 Februari 2026 – KUB Sto. Mikhael Malaikat Agung Wilayah Oebobo B Paroki Sta. Maria Assumpta melaksanakan Katekese APP 2026 pertemuan pertama pada 27 Februari 2026. Kegiatan katekese yang difasilitasi oleh Bapak Yeremias Fernandes dan dihadiri oleh belasa umat. Pengantar disertai pengalaman doa yang menguatkan disampaikan oleh fasilitator memantik antusiasme untuk membagikan pengalaman dalam hal doa.merpakan Tema pertama dalam Katekese APP Tahun 2026 yakni āDoa sebagai sumber gerakan dalam APP bermisiā.
Pada awal fasilitator menerangkan bahwa Doa adalah kekuatan dan dasar hidup kita. Berkenaan dengan masa puasa kita haru memperdalam relasi personal dengan Tuhan melalui doa. Selain itu juga dimanifestasi melalui aksi nyata. Fasilitator mengungkapkan pengalaman doa yang menguatkan dan menyata dalam kehidupan keluarga. Suatu ketika anak saya akan mengikuti test pegawai dan meminta untuk dipersembahkan dalam doa. Akhirnya saya pergi berdoa di ruang Adorasi dan Gua Maria Paroki Assumpta. Dengan doa yang tulus dan penuh keyakinan, akhirnya anak saya bisa lulus dan ditempatkan di Kantor Kelurahan di Larantuka, demikian dikisahkan fasilitator.
Ibu Mery Tapun juga membagikan pengalaman terkait doa. Banyak manfaat doa dalam perjalanan hidup. Pada hari ini sudah berniat untuk menjalankan tiga kegiatan yakni Jalan Salib pada jam 3 petang, kerja bakti di RT dan katekese. Namun tengah hari mengalami pusing dan mata terasa gelap Akhirnya tidak bisa mengikuti Jalan Salib dan kerja bakti. Dalam doa dan berserah, saya pasang lilin dan memohon kesembuhan agar bisa bertemu dan mendengarkan Tuhan dalam kegiatan katekese APP. Puji Tuhan akhirnya saya sembuh dan bisa mengikuti katekese sembari membagikan pengalaman doa yang menguatkan dan menyembuhkan, terangnya dengan nada haru dan sukacita.
Demikian juga Bapak Hartono, Ibu Yohana, Ibu Emerensiana, dan Ibu Wati, masing-masing mengisahkan pengalaman doa dan mukjizat yang terjadi ketika permohonan disampaikan dengan segenap hati dan penuh keyakinan kepada Tuhan. Dengan doa akan merasa Tuhan dekat. Ketika lalai berdoa terasa Tuhan jauh dan ternyata Tuhan memanggil pulang dengan caranya sendiri, kisah Ibu Dahlia yang banyak mengalami mukjizat dalam perjalanan hidup. Kekuatan doa melampaui semuanya dan doa merupakan kebutuhan hidup. Dengan berdoa, semua tantangan hidup akan dihadapi dengan sabar dan tenang. Demikian kesimpulan akhir dari beberapa umat yang membagikan pengalaman hidup khususnya tentang doa.

Doa tidak sekedar kegiatan rohani melainkan berfungsi sebagai fondasi gerakan dalam masa APP dan bermisi di manapun kita berada. Seiring dengan pantang dan puasa maka kita patut membersihkan hubungan dengan Tuhan, menguatkan niat dan ketulusan hati, serta memastikan bahwa tindakan pantang dan puasa dilandasi semangat kasih dan pertobatan sejati, sehingga ibadah tersebut didengar dan berbuah dalam keutamaan rohani. Doa juga menjadi sarana untuk memohon kekuatan, menunjukkan kasih kepada sesama melalui tindakan nyata dan memuliakan Tuhan Demikian penegasan yang disampaikan fasilitator mengakhiri sesi membagikan pengalaman hidup. Fasilitator juga mengajak untuk melaksanakan aksi mendoakan orang sakit yang ada di KUB.
Pada bagian akhir Ketua KUB Sto Mikhael Malaikat Agung, Silvester Tena mengajak umat untuk terus saling mendoakan agar dimampukan menjalankan hidup dengan berbagai tantangannya. Untuk aksi nyata bahwa kita tetap mendoakan sesama yang sakit dan menderita. Pada akhir katekese dilaksanakan aksi nyata yang bersama-sama akan sepakati. Aksi lain adalah kita mengajak umat untuk hadir lebih banyak pada pertemuan kedua dan seterusnya (Silvester Tena).
